Dua Tewas dan Tiga Luka Akibat Kecelakaan di Pantura Kragan

Selasa, 11 Februari 2014 | 14:27 WIB
Bus Jaya Utama L 7698 UV yang dikemudikan Tarmaji, warga Lamongan di Jalur Pantura wilayah Desa Tegalmulyo Kecamatan Kragan, Senin (10/2) sore. (Foto:Citizen)

Bus Jaya Utama L 7698 UV yang dikemudikan Tarmaji, warga Lamongan di Jalur Pantura wilayah Desa Tegalmulyo Kecamatan Kragan, Senin (10/2) sore. (Foto:Citizen)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Dua orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka dalam sebuah kecelakaan yang melibatkan bus Jaya Utama, pesepeda motor, dan seorang pejalan kaki di Jalur Pantura wilayah Desa Tegalmulyo Kecamatan Kragan, Senin (10/2) sore kemarin.

Korban tewas adalah pejalan kaki bernama Sariman (45), warga Desa Tegalmulyo dan pembonceng sepeda motor bernama Wiwin Setyorini (25), warga Desa Kebloran Kecamatan Kragan. Selasa (11/2) pagi, jenazah keduanya dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Kecelakaan yang merenggut dua nyawa itu bermula ketika sepeda motor yang dikendarai Ari Wibowo serta diboncengi oleh istrinya, Wiwin Setyorini dan kedua anaknya, melaju dari arah timur menuju barat.

Sesampainya di lokasi kejadian, Ari Wibowo membelokkan sepeda motornya ke kanan secara mendadak. Sementara di belakangnya, melaju bus Jaya Utama L 7698 UV yang dikemudikan Tarmaji, warga Lamongan.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail menuturkan, bus berusaha menghindar ke kanan namun tetap saja menabrak sepeda motor Ari Wibowo. Nahas lagi, seorang pejalan kaki yang berada di sisi kanan depan bus, turut tersapu hingga tewas seketika.

Wiwin Setyorini meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr R Soetrasno Rembang akibat cedera berat di bagian dada dan kepala. Dua anak Wiwin masing-masing perempuan berumur lima tahun dan laki-laki berumur dua tahun, mengalami cedera memar di kepala.

Suaminya, Ari Wibowo juga selamat meski sempat dirawat di rumah sakit. Iptu Muhammad Ismail mengaku langsung menahan bus berikut sopirnya. Sopir bus ditetapkan sebagai tersangka karena kelalaiannya mengakibatkan tewasnya pejalan kaki.

Untuk kepentingan penyelidikan, sopir bus diperiksa secara intensif di Pos Lalu Lintas Lasem. Sementara mengenai asuransi jasa raharja bagi kedua korban meninggal, polisi memastikan mengusahakannya.

Dari kasus kecelakaan di Pantura Tegalmulyo Kragan itu, polisi meminta kepada setiap pengendara atau pengemudi agar memastikan jarak aman dari berbagai sisi ketika hendak berganti arah. Selain itu juga agar memberikan sinyal peringatan berupa lampu reting. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. triyono puji santoso

    Februari 11, 2014 at 10:19 pm

    We Love Rembang

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan