Kecelakaan Kerja, Dinsosnakertrans Rembang Panggil Pabrik Semen

Senin, 31 Agustus 2015 | 16:03 WIB
Olah TKP insiden kecelakaan kerja di bangunan calon pabrik klinker semen oleh Tim Inafis Polres Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Olah TKP insiden kecelakaan kerja di bangunan calon pabrik klinker semen oleh Tim Inafis Polres Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Rembang mengungkap pemanggilan dari pihak Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi untuk pihak PT Semen Indonesia (SI).

Pemanggilan itu terkait dengan terjadinya kecelakaan kerja pada proyek pembangunan gedung klinker di lokasi calon pabrik semen milik PT SI di wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Minggu (30/8/2015) dini hari kemarin.

“Kami dan pihak PT Semen Indonesia, besok (1/9/2015) pagi, diundang oleh Dinas Tenaga Kerja. Pertemuan itu sebagai tindak lanjut kecelakaan kerja di pabrik semen kemarin (30/8/2015),” ungkap Ketua SPSI Rembang Jasmani kepada mataairradio, Senin (31/8/2015).

Meski akan mendatangi pertemuan itu, tetapi SPSI Rembang belum menyiapkan hal-hal terkait tuntutan kepada pihak perusahaan atas insiden kecelakaan kerja yang merenggut satu korban tewas dan dua korban luka-luka.

“Kami akan datang untuk solusi agar kecelakaan kerja semacam itu tidak terulang dan agar tenaga kerja (korban) itu tidak terabaikan haknya. Semua mesti diselesaikan secara bijaksana,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang Ajun Komisaris Eko Adi Pramono mengaku telah merampungkan olah TKP (tempat kejadian perkara), tetapi masih harus memeriksa sejumlah saksi, dalam hal menangani insiden kecelakaan kerja di proyek pembangunan pabrik semen.

“Kami melaksanakan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi,” katanya.

Eko mengaku belum bisa menyimpulkan, siapa pihak yang mestinya bertanggungjawab atas insiden runtuhnya penyangga beton dan cor bangunan di calon tempat memproses semen atau klinker, termasuk kemungkinan tersangka.

“Belum bisa disimpulkan pihak yang mestinya bertanggung jawab dan kemungkinan tersangka. Ini sedang dilaksanakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” tandasnya.

Kasatreskrim mengungkapkan, di antara para saksi yang diperiksa polisi, adalah Mundakir, mandor proyek dari PT Swadya Graha dan Moch Safi’i; bagian keselamatan kerja perusahaan itu.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Wiharto mengatakan, insiden kecelakaan kerja itu merupakan bagian dari tanggung jawab kontraktor pembangunan untuk menanganinya.

“Kecelakaan kerja itu tanggung jawab sepenuhnya kontraktor,” terangnya.

Mengenai perlakuan terhadap para korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka, Agung memastikan, perusahaan yang terkait akan tanggung jawab secara sepenuhnya.

“Bagi korban yang luka-luka, akan dibantu pengobatannya, sedangkan yang meninggal, diberikan santunan. Semua korban sudah merupakan peserta BPJS,” jelasnya.

Tiga korban dari runtuhnya bangunan gedung klinker merupakan warga Kabupaten Blora. Korban tewas bernama Basri (46) warga Sumbermacan Desa Sumber Kecamatan Kradenan.

Dua korban luka adalah Kasbulah (46) warga Greneng Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan dan Slamet (26) warga Balongrejo Desa Sumber Kecamatan Kradenan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan