Kecelakaan Kerja di Pertambangan Sale Seorang Meregang Nyawa

Jumat, 10 September 2021 | 17:01 WIB

Ilustrasi. (Foto: Clakclik.com)

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Polres Rembang sedang mendalami kasus kecelakaan kerja di areal pertambangan di Kecamatan Sale, yang terjadi pada Selasa (7/9/2021) malam. Akibat insiden tersebut satu orang korban kemalangan itu meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun mataairadio.com, areal pertambangan itu lokasinya di Dukuh Pancuran, Desa Tahunan-Sale. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Kronologinya yakni pada hari Selasa yang lalu, sekira pukul 07.00 WIB, di lokasi tambang di Desa Tahunan-Sale dilakukan aktivitas penambangan batu putih yang dimana menggunakan dua unit alat berat.

Satu alat berat dioperatori oleh Mat Lembu (40) warga Dukuh Pancuran Desa Tahunan-Sale, yang merupakan saksi mata. Sedang alat berat satunya lagi dioperatori Leles Imam Tobroni warga desa yang sama dengan Mat Lembu.

Menjelang selesai aktivitas penambangan sekitar pukul 18.30 WIB, alat berat yang saat itu sedang dikemudikan oleh Imam, terperosok sehingga jatuh dari tebing  yang tingginya 15 meter.

Cuaca buruk serta minimnya penerangan diduga biang dari peristiwa nahas itu, karena saat itu sedang berlangsung hujan deras. Setelah dievakuasi selama kurang lebih satu jam, Imam dibawa ke Puskesmas Sale untuk dilakukan pemeriksaan medis dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kepala Polres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Hery Dwi Utomo membenarkan adanya kecelakaan kerja di areal pertambangan di Kecamatan Sluke.

Hingga kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, guna mengetahui apakah ada unsur tindak pidana atau tidak.

“Memang benar ada kejadian kecelakaan di Sale. Sementara masih dalam penyelidikan untuk mengumpulkan alat bukti, sehingga nanti bisa diketahui memenuhi unsur pidana atau nggak?,” jelasnya, pada Kamis (9/9/2021) sore.

Hery mengungkapkan, tim dari Polres Rembang sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pendalaman penyelidikan. Dirinya juga membenarkan, bahwa pada saat kejadian sedang berlangsung hujan. Dari hal itu, ia menduga alat berat nahas itu terpeleset dan terjatuh dari tebing 15 meter.

“Kejadiannya malam, detailnya, kami masih dalam taraf penyelidikan, info selanjutnya nanti kami infokan. Dari tim kami sudah ke TKP, untuk penyelidikan di sana. Kondisinya malam itu hujan, dugaannya sementara mungkin karena jalannya kena hujan, tidak kuat dan jatuh. Tingggi tebingnya 15 meter,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan