Kebisingan Dianggap Over, Sejumlah Warga Terpaksa Mengungsi

Selasa, 6 Januari 2015 | 17:53 WIB
Batching Plant PT Varia Usaha di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto Pujianto)

Batching Plant PT Varia Usaha di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto Pujianto)

 

SULANG, mataairradio.com – Sejumlah warga di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang mengaku kian terganggu oleh kebisingan dari operasi pabrik beton milik PT Varia Usaha Beton di daerah itu.

Bahkan sudah ada warga yang terpaksa mengungsi akibat tingkat kebisingan yang berlebihan. Untuk diketahui, radius pabrik dengan permukiman warga hanya beberapa meter, atau cenderung tak bertenggang.

Haryanto, salah satu warga di RT 2 RW 7 Dusun Nyikaran mengaku terpaksa mengungsikan istri ke rumah mertuanya. Menurutnya, pabrik beton kerap beroperasi hingga dini hari, bahkan nyaris 24 jam.

“Istri saya mengidap lemah jantung, sehingga bisa terganggu kesehatannya kalau tidak mengungsi. Apalagi debu dari aktivitas produksi beton bertebaran,” katanya.

Dia pun menyebut rumahnya yang sangat dekat dengan pabrik menjadi tak lagi nyaman ditempati.

“Harapan kami, pabrik beton pindah dari Kemadu,” tegasnya

Sujoko, tokoh warga Dusun Nyikaran juga menyebut masyarakat setempat kian terganggu. Perusahaan pun dianggapnya tidak lagi mengiraukan keluhan dari masyarakat karena masih terus beroperasi, tak kenal waktu.

“Padahal saat warga dari Dusun Nyikaran dan Desa Ngulakan mendatangi pabrik itu Senin malam 29 Desember 2014, pihak Varia Usaha sempat berhenti produksi,” katanya.

Dia menyesalkan terjadinya kenyataan bahwa pada Selasa malam 30 Desember lalu, pabrik kembali beroperasi.

“Memang, sejak libur tahun baru hingga Minggu 4 Januari kemarin, perusahaan juga berhenti lagi, namun itu karena libur. Tetapi Senin (5/1/2015) kemarin, PT Varia Usaha Beton kembali beroperasi,” ungkapnya.

Selasa (6/1/2015) pagi, Sujoko yang ditemani dua orang warga, menyampaikan surat permohonan audiensi dengan DPRD Rembang.

“Surat yang sama juga kami serahkan kepada Pelaksana Tugas Bupati Abdul Hafidz. Kami berharap audiensi digelar segera, seiring keresahan warga,” kata dia.

Sementara itu, tentang keberadaan pabrik beton anak perusahaan PT Semen Gresik, perwakilan PT Varia Usaha Beton Nyikaran Sugeng mengklaim, izin terkait pendirian pabrik sudah dikantongi.

Pihaknya pun siap memberikan kompensasi kepada warga untuk berobat jika mengalami gangguan kesehatan, selagi nominalnya wajar.

Widi, personel lain di Varia Usaha Beton Nyikaran, juga mengaku telah dua kali melakukan sosialisasi kepada warga.

Namun terkait klaim sosialisasi itu, warga menganggap perusahaaan berbohong, karena semestinya, sosialisasi dilakukan sebelum pabrik berdiri, bukan setelah sudah beroperasi dan dipersoalkan seperti sekarang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan