15 Jam Dua Kebakaran, Awas Korsleting Akibat Hujan

Minggu, 5 Januari 2014 | 18:06 WIB
kebakaran yang kedua terjadi di Desa Kepohagung Kecamatan Pamotan, sebelah barat Pasar Jetak pada Minggu (5/1) sekitar jam setengah dua siang.

Kebakaran yang  terjadi di Desa Kepohagung Kecamatan Pamotan, sebelah barat Pasar Jetak pada Minggu (5/1) sekitar jam setengah dua siang.

PAMOTAN, MataAirRadio.net – Dua kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Rembang hanya dalam kurun waktu 15 jam. Yang pertama, terjadi di rumah salah satu warga Perumahan Tireman Rembang pada Sabtu (4/1) sekitar jam setengah sebelas malam.

Kebakaran yang dipicu televisi meledak pasca-korsleting ini tidak sampai meludeskan rumah milik Budi, karena warga setempat segera sigap memberikan pertolongan pertama. Kobaran api mampu dilokalisir.

Sementara kebakaran yang kedua terjadi di Desa Kepohagung Kecamatan Pamotan, sebelah barat Pasar Jetak pada Minggu (5/1) sekitar jam setengah dua siang. Rumah bagian belakang milik Sumaryo terbakar diduga juga akibat korsleting. Rumah bagian depan diketahui dibangun, sehingga banyak barang yang ditumpuk di belakang.

Api tidak sampai menjalar dan menghanguskan rumah, lagi-lagi karena kesigapan warga dan “dibantu” hujan. Meski demikian, awak pemadam kebakaran tetap terjun ke lokasi. Sarpani, salah satu petugas pemadam kebakaran mengaku mengerahkan dua armada dan satu tangki pemadam kebakaran.

Hujan memang tidak menjadi jaminan terbebas dari ancaman kebakaran. Para petugas pemadam kebakaran justru menganggap, kebakaran di musim hujan justru rentan, terutama yang dipicu oleh korsleting atau hubungan singkat arus listrik.

Percikan api akibat korsleting kabel besar, bisa mengakibatkan kebakaran. Mengenai kerawanan ini, Sarpani mengaku memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menumpuk banyak colokan ke kontak listrik. Sebab, jika penampang kabelnya tidak sebanding dengan besarnya arus, rawan terbakar oleh panas.

Warga menurut Sarpani, mestinya lebih bijak dengan mengecek secara berkala instalasi jaringan listrik. Perlu dipastikan, kabel penghantar listrik pada perangkat berdaya besar, adalah kabel tidak berserabut kecil.

PMI Cabang Rembang sempat memberikan santunan kepada keluarga Sumaryo. Sekretaris PMI Rembang Edy Murwanto mengaku memberikan seperangkat peralatan keluarga dan uang tunai sebesar Rp300ribu kepada korban. Diberikan sedikit uang karena dampak kebakarannya tidak terlalu serius. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan