Kebakaran, Kado Ulang Tahun Kesatria Biru Rembang

Senin, 2 Maret 2015 | 18:02 WIB
Sarpani petugas pemadam kebakaran Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

Sarpani petugas pemadam kebakaran Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Beberapa profesi mengharuskan untuk tetap siaga, salah satunya pemadam kebakaran. Peran petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi ganasnya api, tentu banyak orang yang sudah mengerti.

Namun bagaimana nasib mereka sehari-hari, tak banyak yang mau peduli.

Tugas utama pemadam, memang mengadang si jago merah, tetapi mereka kerap menjadi luapan amarah.

Pemadam sering dicemooh karena telat datang, padahal mereka hampir tak pernah tidur tenang.

Sarpani, salah seorang pemadam kebakaran berbagi kisah suka-dukanya kepada mataairradio.

“Saya pernah diusir pulang, diumpat, dan dicemooh karena dianggap telat sampai ke lokasi kebakaran,” ujar pria asal Dusun Playon Desa Waru Kecamatan Rembang ini.

Namun baginya si jago merahlah musuhnya.

Senin (2/3/2015) pagi, saat regu pemadam berulang tahun ke-96, kebakaran justru terjadi. Akhirnya, kebakaran lah yang menjadi kado ulang tahun kesatria biru.

Pria kelahiran 3 Agustus 1977 yang sudah 16 tahun bertugas sebagai pemadam kebakaran di Rembang mengaku pernah dikritik oleh istri dan dua orang anaknya.

“Dikritik pernah. Ya mengeluh karena jarang saya temani. Setelah saya jelaskan, mereka bisa paham,” tandasnya.

Menurutnya pernah, suatu ketika, hampir selama sepanjang sehari-semalam bergumul dengan selang, air, dan api.

“Kebakaran di sejumlah tempat secara beriringan, memaksa kami bersama petugas pemadam lain, berjibaku menghalau si jago merah, seharian,” kata suami dari Sri Wahyuni.

Tak jarang, saat dirinya sedang lepas piket, dering nada panggilan di ponselnya mengharuskan segera menyambangi kantor dan meraih armada pemadam.

“Pemadam memang harus siap kapan pun, meski kadang harus dicemooh, bahkan geger berebut selang dengan warga yang panik,” tegas ayah dari Ayu Andira (16) dan Dewi Santik (9).

Bertepatan dengan ulang tahun kesatria biru, pemadam kebakaran Rembang berharap agar kekuatan mereka ditambah.

“Saat ini, jumlah petugas pemadam masih belum ideal, apalagi sebagian di antaranya belum bersertifikat,” bebernya.

Selain itu, dia juga berharap agar unit pemadam kebakaran dibagi untuk tiga zona; barat, tengah, dan timur, seperti keinginan warga.

“Namun itu tergantung pimpinan. Kalau saya ditempatkan dimana saja siap. Sampai kapanpun, slogan kami tetap ‘pantang pulang sebelum padam’,” katanya.

Bagi petugas pemadam kebakaran ini, terluka atau bahkan terancam kehilangan nyawa adalah resiko yang telah dipilih untuk sebuah pengabdian kepada masyarakat.

Sebuah pilihan mulia yang kadang dilupakan banyak orang. Selamat ulang tahun Kesatria Biru, Pemadam Kebakaran!

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan