Kebakaran Ludeskan Barak Kosong di Gegersimo

Sabtu, 29 November 2014 | 16:25 WIB
Kebakaran barak kosong tempat produksi gula tumbu di Gegersimo Kecamatan Pamotan, Sabtu (29/10/2014) siang. (Foto: Pujianto)

Kebakaran barak kosong tempat produksi gula tumbu di Gegersimo Kecamatan Pamotan, Sabtu (29/10/2014) siang. (Foto: Pujianto)


PAMOTAN, mataairradio.com –
Kebakaran meludeskan satu unit barak kosong tempat produksi gula tumbu milik Jaelani, warga RT 3 RW 1 Gegersimo Kecamatan Pamotan, Sabtu (29/11/2014) sekitar pukul 11.00 WIB.

Api diduga berasal dari pembakaran sampah di sebelah timur barak. Sampah itu dibakar pada hari sebelumnya dan dikira sudah mati, tetapi diduga baranya terbawa kabur angin, sehingga membakar barak di sebelah baratnya.

Kebakaran kali pertama diketahui oleh salah seorang warga yang melintas. Jarak barak yang terbakar dengan permukiman warga cukup jauh, atau sekitar 50 meter.

“Salah satu warga yang mengetahui barak Pak Jaelani terbakar segera memberi kabar Ketua RT. Pak Ketua RT kemudian menghubungi saya. Segera saya kontak pemadam kebakaran,” ungkap Kepala Desa Gegersimo Ahmad Mahmudi kepada mataairradio.com.

Barak kosong yang ludes itu berukuran sekitar 8×12 meter serta terbuat dari bahan kayu dan bambu, sehingga kerugian material yang timbul diperkirakan mencapai Rp8-10 juta.

“Nilai kerugian secara pasti, saya nggak tahu. Cuma perkiraan Rp8-10 juta,” katanya.

Regu Pemadam Kebakaran Pemkab Rembang mengerahkan empat truk tangki air dan satu unit armada pemadam untuk menjinakkan api. Hingga sekitar pukul 12.40 WIB, masih dilakukan pemadaman sisa-sisa api.

“Habis tiga tangki, api sudah berhasil dijinakkan, namun bangunan ludes. Ini kita drop air satu tangki lagi, untuk memastikan tidak ada lagi bara yang masih menyala,” kata Eko Sutrijanto, salah satu petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan