Keamanan Anak di Kabupaten Rembang Dipertanyakan

Kamis, 9 Agustus 2018 | 02:19 WIB

Ilustrasi (Foto:metropolitanonline.co)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Rembang mempertanyakan keamanan anak di kabupaten ini, Kamis (9/8/2018).

Hal itu berbanding terbalik dengan penerimaan penghargaan kabupaten layak anak (KLA) yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Rembang beberapa waktu lalu.

Pasalnya, pada Kamis (2/8/2018) minggu lalu Komnas PA Kabupaten Rembang telah mendampingi DKW (15), seorang anak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual.

DKW diketahui masih berstatus pelajar pada salah satu sekolah menegah pertama (SMP) di Kecamatan Pamotan.

Heru Irianto Sekretaris Komnas PA Kabupaten Rembang mengungkapkan, terduga pelaku pelecehan seksual yakni JU (25) Warga Desa Ringin Kecamatan Pamotan.

“Dari pengakuan korban, awalnya dia berkenalan lewat media sosial kemudian berlanjut dengan pertemuan dan akhirnya korban dirayu hingga diajak berhubungan seks,” ungkapnya.

Dari analisis yang dilakukan oleh Komnas PA, terduga pelaku mempunyai penyakit pedofilia atau kelainan seksual yang menjadikan anak-anak sebagai objek seksualnya.

Menurutnya, hal itu sangat berbahaya dan dapat mengancam keamanan bagi anak-anak di Kabupaten Rembang.

“Ini hanya satu contoh kasus yang kami ketahui. Masih banyak lagi kejadian serupa yang belum terungkap.

Saat ini terduga pelaku bersembunyi karena sudah dilaporkan oleh korban ke pihak kepolisian setempat,” ujarnya.

Pihaknya menilai, keamanan anak di Rembang masih terbilang rentan dan perlu perhatian ekstra.

“Karena fakta di lapangan masih terdapat tindak asusila terhadap anak,” imbuhnya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) pada Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang IPDA Rukmini mengonfirmasi adanya aduan terkait pelecehan seksual pada anak di Kecamatan Pamotan.

“Iya benar (Ada kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kecamatan Pamotan, red.). Tapi si korban baru sebatas melakukan pengaduan ke Polisi, belum membuat laporan,” tandasnya.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan