Kawanan Perampok Pedagang Emas Masuk dan Kabur Lewat Pintu Belakang

Minggu, 29 Mei 2016 | 15:46 WIB
Petugas polisi dari Polres Rembang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada kasus perampokan dan pembunuhan terhadap pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, Minggu (29/5/2016). (Foto: Pujianto)

Petugas polisi dari Polres Rembang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada kasus perampokan dan pembunuhan terhadap pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, Minggu (29/5/2016). (Foto: Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang meyakini perampokan disertai kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Sarno (54), pedagang emas, di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, Minggu (29/5/2016), dilakukan oleh lebih dari satu orang.

Para pelaku masuk ke dalam rumah korban di bilangan RT 1 RW 3 Dukuh Sawahan, setelah mencongkel pintu belakang, dan langsung menyandera Sarno beserta Damisih, istrinya, ketika sedang terlelap tidur di kamar.

Kemudian, di bawah ancaman dan kekerasan, pelaku diduga meminta keduanya untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang dan perhiasan emas.

Diduga, pelaku sudah tahu atau setidaknya mendapat informasi, bahwa calon korbannya adalah pedagang emas dan berduit. Bisa jadi pula pelaku tahu kalau Sarno dan istrinya menyimpan uang berikut perhiasan emas dagangannya di brankas.

Para pelaku sempat menyeret korban keluar kamar guna menunjukkan lokasi brankas dan meminta secara paksa kode rahasianya. Selanjutnya, isi brankas dikuras habis.

Kedua korban ditemukan tidak di kamar tidur utama, tetapi di kamar lain pada bagian belakang rumah, pertama kali oleh anaknya, Ahmad Shodiqin. Rumah keluarga Sarno memanjang serta memiliki banyak kamar.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono menyatakan menemukan luka terbuka pada kepala bagian belakang Sarno, diduga hantaman keras benda tumpul, saat petugas medis melakukan visum luar.

“Dua korban ditemukan pertama kali oleh anaknya di kamar belakang. Bukan di kamar utama yang biasa dipakai tidur oleh korban. Ada luka robek di kepala bagian belakang,” ungkapnya.

Wakapolres Rembang Kompol Pranandya juga menyatakan bahwa motif di balik tewasnya Sarno adalah pencurian disertai kekerasan, tetapi diduga ada perlawanan dari korban.

“Jumlah pelaku berdasarkan olah TKP belum bisa disimpulkan. Tetapi ada beberapa orang. Lebih dari satu orang. Masuk dan kaburnya lewat pintu belakang,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan