Kasus Turun, DKK akan Keroyokan Lawan DBD

Rabu, 20 Januari 2016 | 19:04 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii saat memberikan keterangan pers, Rabu (20/1/2016) siang. (Foto: Pujianto)

Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii saat memberikan keterangan pers, Rabu (20/1/2016) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang mengklaim angka kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Januari ini turun.

Hal itu apabila dibandingkan dengan catatan di bulan yang sama tahun 2015 atau bulan sebelumnya pada Desember tahun kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii menyebutkan, sampai dengan 20 Januari 2016, terdapat 43 kasus DBD.

Angka 93 kasus DBD yang sempat dicatat dari rumah sakit daerah, disebutnya masih bercampur dengan kasus demam biasa atau febris.

“Sementara di Januari 2015, tembus 82 kasus. Jadi kalau month to month, turun,” katanya, Rabu (20/1/2016) siang.

Adapun pada Desember kemarin, terdapat 125 kasus DBD, sehingga secara statistik terjadi penurunan.

Hanya Ali mengakui, tingkat kasus DBD pada awal musim hujan cenderung tinggi, sehingga tetap perlu diwaspadai dan ditangani, agar tidak menjalar.

“Tapi di awal musim hujan, tingkat kasusnya biasanya tinggi dan mesti diwaspadai,” tandasnya.

Guna mengatasi permasalahan DBD, pihak Dinas Kesehatan Rembang akan melakukan upaya pencegahan dan penanganan secara massif.

“Langkah penanganan akan kami lakukan dari hulu ke hilir. Akan kita keroyok oleh berbagai bidang, tidak hanya bidang P2PL,” bebernya.

Menurut Ali, bidang promosi kesehatan, kesehatan keluarga, dan bidang pelayanan kesehatan akan dilibatkan dalam pemberantasan DBD.

“Bidang P2PL akan melibatkan para petugasnya secara lebih serius, sedangkan bidang promkes akan melakukan penyadaran masyarakat lewat berbagai media,” ungkapnya.

Sementara bidang kesga akan melakukan penyuluhan kepada para siswa melalui tim pembina usaha kesehatan sekolah.

Adapun bidang pelayanan kesehatan akan memanggil para dokter dari tiap puskesmas untuk lebih menegakkan diagnosa dan manajemen kasus DBD.

“Tujuannya satu agar kasus DBD bisa dikendalikan,” tegasnya.

Mengenai usulan pihak DPRD Rembang yang meminta adanya fogging secara massal dan fokus, Kepala Dinas Kesehatan mengatakan, diminta atau tidak, pihaknya akan melakukan fogging fokus di daerah yang ditemui kasus DBD.

“Sejauh ini, dinas kesehatan sudah melakukan 43 fogging,” tambahnya.

Paling banyak di Kecamatan Pamotan dan Lasem, masing-masing dengan 9 kali fogging.

Tahun ini, Ali menyebutkan, anggaran fogging Rp300 juta, untuk 300 fogging fokus. Jika kurang, pihak dinas kesehatan mengaku bisa usul alokasi anggaran tambahan lewat APBD Perubahan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan