Kasus Perampokan Berdarah, Polisi mulai Korek Keterangan Orang Luar

Selasa, 31 Mei 2016 | 17:16 WIB
Rumah pedagang emas korban perampokan, Sarno, di Desa Maguan Kecamatan Kaliori. Kompleks rumah itu padat oleh warga setelah Sarno ditemukan tewas di kediamannya itu karena dihabisi pelaku. (Foto: Pujianto)

Rumah pedagang emas korban perampokan, Sarno, di Desa Maguan Kecamatan Kaliori. Kompleks rumah itu padat oleh warga setelah Sarno ditemukan tewas di kediamannya itu karena dihabisi pelaku. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Polres Rembang mulai mengorek keterangan dari orang di luar keluarga korban perampokan berdarah yang terjadi di Desa Maguan Kecamatan Kaliori pada Minggu (29/5/2016) kemarin.

Namun Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono, Selasa (31/5/2016) sore menyebutkan, keterangan dari orang di luar keluarga korban itu, tidak akan serta merta dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Orang di luar keluarga mulai ada yang kita mintai keterangan, tapi tidak langsung di-BAP. Baru sebatas pull bucket dulu. Namun, tidak menutup kemungkinan kita gunakan dalam berita acara pemeriksaan nantinya,” ungkapnya tanpa menyebut identitas orang yang akan dimintai keterangan.

Ia pun mengaku kembali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kasus perampokan uang dan perhiasan emas dengan disertai kekerasan yang berujung pada tewasnya Sarno, pedagang emas, di rumahnya, di Dukuh Sawahan RT 1 RW 3 Desa Maguan.

“Kami tadi kembali mendatangi TKP untuk memeriksa titik-titik yang belum sempat disentuh. Soal barang bukti tambahan, tadi, belum ada yang kita bawa lagi dari TKP,” tegasnya kepada reporter mataairradio.

Eko menjelaskan, kedatangan timnya untuk kali ketiga ini ke TKP, juga untuk memastikan berapa jumlah uang dan perhiasan yang dirampok oleh para pelaku, sewaktu kejadian.

“Belum ada perkembangan yang signifikan pada hari ini (31/5/2016). Namun kami terus bergerak melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pelaku dan apa motifnya,” imbuhnya.

Sarno yang tinggal hanya bersama istrinya, Damisih, menjadi korban perampokan pada Minggu dini hari, 29 Mei 2016. Ia meninggal setelah pelaku membenturkan kepala korban ke benda keras, sehingga terluka pada kepala bagian belakang.

Korban ditemukan kali pertama oleh salah seorang anaknya dalam keadaan mulut ditutup lakban serta tangan dan kaki diikat, juga dengan lakban warna hitam yang dibawa oleh kawanan pelaku.

Sementara istri korban, ditemukan juga dalam kondisi yang hampir sama dengan Sarno di kamar bagian belakang rumah (tidak kamar utama, red.), tetapi selamat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan