Kasus Kecelakaan Kerja, PT SI Sertifikasi Tukang Batu

Rabu, 2 September 2015 | 18:54 WIB
Pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi Semen Gresik di Balai Kartini Rembang, Rabu (2/9/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi Semen Gresik di Balai Kartini Rembang, Rabu (2/9/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menggelar pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi atau tukang batu di Rembang, di antaranya untuk menekan kasus kecelakaan kerja konstruksi seperti yang terjadi di bakal pabrik klinker semen di Kadiwono-Bulu, baru-baru ini.

Tetapi Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Saifudin mengatakan, pelatihan itu tidak berkaitan secara langsung dengan kasus tersebut. Menurut dia, pelatihan ini tidak dadakan karena sudah direncanakan secara matang dengan keliling dari kota ke kota.

“Di Rembang, pelatihan ini sudah yang kedua. Salah satunya diharapkan untuk (menekan kecelakaan kerja) itu. Tapi tidak berkaitan langsung dengan case seperti kemarin,” ujarnya.

Jumlah tukang batu yang dilatih dan diharapkan bersertifikat sebanyak 125 orang. Dari jumlah itu, 30 persennya berasal dari wilayang Ring I pabrik semen, di Kecamatan Gunem dan Bulu.

“Selebihnya dari berbagai daerah di Kabupaten Rembang,” katanya yang didampingi Akhmad Yani Yulianto, Kepala Penjualan Wilayah II.

Saifudin menyebutkan, para tenaga konstruksi itu dilatih selama tiga hari mulai Rabu 2 September ini. Instrukturnya berasal dari Departemen Pekerjaan Umum dan sertifikasinya dilakukan oleh LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi).

“Nantinya, kontraktor wajib menggunakan tenaga bersertifikat. Meski tidak semua, mungkin berapa persen dulu,” terangnya.

Sementara itu, karena sudah dua kali ini digelar, berapa persen dari tukang yang dilatih di angkatan pertama, yang dipakai di proyek pabrik semen? Saifudin tidak menyebutkan angka persis karena berdalih tidak membawa catatan pasti.

“Tetapi ada, diutamakan yang dari Ring I pabrik semen,” katanya.

Sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi di konstruksi bakal pabrik klinker semen, Minggu dini hari 30 Agustus lalu. Seorang tukang batu asal Blora tewas, dan dua rekannya mengalami luka-luka. Meski para korban sudah disantuni oleh pihak perusahaan, tetapi insiden sejenis diharapkan tidak terulang lagi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan