Kejari Rembang Akui Penyidikan Kasus Kebun Bibit Rakyat Dihentikan

Kamis, 28 Agustus 2014 | 14:48 WIB

Kejari Rembang I Wayan Eka Putra dengan didampingi Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pidana Khusus Bambang Rudi Hartoko di hadapan wartawan dan pegiat anti-korupsi Bambang Wahyu Widodo pada Kamis (28/8) siang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net  – Pihak Kejaksaan Negeri Rembang mengakui telah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus kebun bibit rakyat dengan nilai Rp1,4 miliar. Pengakuan ini disampaikan Kepala Kejari Rembang I Wayan Eka Putra dengan didampingi Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pidana Khusus Bambang Rudi Hartoko di hadapan wartawan dan pegiat anti-korupsi Bambang Wahyu Widodo pada Kamis (28/8) siang.

Kajari sempat berbelit ketika MataAir Radio menanyakan alasan menerbitkan SP3. Wayan mempersilakan wartawan untuk menunggu penjelasan resmi dari Kepala Seksi Khusus Eko Yuristianto yang kini sedang mengikuti pendidikan dan latihan selama satu bulan di luar kota.

Namun Plt Kasi Pidsus Bambang Rudi Hartoko yang kemudian diberi kesempatan berbicara, memberi penjelasan. Menurutnya SP3 terbit karena beberapa kendala, salah satunya BPKP tidak bisa menghitung kerugian negara. Kasus ini pun dianggap sulit diungkap karena tidak cukup bukti.

Kajari Rembang segera menyambungnya. Wayan berkilah, dirinya paling tidak suka menghentikan penyidikan atas sebuah kasus. Namun dirinya berdalih, penyelidikan dan penyidikan kasus proyek tahun 2011 ini memakan waktu lama dan tidak segera kelar, sehingga memantik reaksi dari Kejati Jawa Tengah.

Pihak kejaksaan beralasan pula bahwa lamanya proses penyelidikan dan kemudian penyidikan kasus ini karena keterbatasan personel penyidik. Bahkan tim penyidik kasus KBR sudah banyak berganti personel baru, karena personel lama sudah tidak lagi menjabat di Kejari Rembang.

Namun Plt Kasi Pidsus yang masih mendampingi Wayan mengungkapkan bahwa kasus ini masih bisa dibuka kembali. Menurut Rudi, di SP3 ini ada klausul kasus tersebut bisa dibuka lagi. Pihak kejaksaan belum bisa memastikan, apakah akan kembali membuka kasus ini atau tidak.

Pegiat masalah korupsi di Rembang Bambang Wahyu Widodo mempertanyakan penghentian penyidikan kasus KBR. Sebab sejak awal, kejaksaan mestinya mengantongi dua bukti kuat. Buktinya, kasus ini naik status dari penyelidikan ke penyidikan dan memunculkan tersangka Suwarno. Dia mantan pejabat di Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang. Bambang meminta kejaksaan membuka lagi kasus ini. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan