Kasus DPU, Sekda: “Pesawat Turbulensi, Penumpang Jangan Teriak”

Kamis, 7 Mei 2015 | 17:04 WIB
Kantor Dinas Pekerjaan Umum Rembang. (Foto orangrembang.com)

Kantor Dinas Pekerjaan Umum Rembang. (Foto orangrembang.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni mengibaratkan kondisi di Dinas Pekerjaan Umum yang sejumlah pejabatnya menjadi tersangka korupsi, laksana pesawat yang sedang mengalami turbulensi atau bergolak tidak teratur.

“Dalam keadaan turbulensi, pilot pesawat mesti piawai dan penumpangnya jangan berteriak-teriak. Pesawat turbulensi belum tentu akan jatuh, sehingga mesti tenang,” kata Sekda.

Dalam hal melukiskan kondisi DPU yang kini diselimuti banyak kasus dugaan korupsi, Sekda meminta tak disebut sebagai “tsunami”. “Jangan ada yang ngomong tsunami lho ya,” sambungnya.

Kata “tsunami” sebelumnya dipakai oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz untuk menggambarkan kondisi DPU yang dirundung dugaan penyimpangan proyek.

“Dalam hal mengatasi persoalan di tubuh DPU, kami sudah membentuk tim asistensi. Kami juga sudah membicarakannya dengan teman-teman di DPU,” terangnya.

Sebelum membentuk tim asistensi itu, Pemkab Rembang ternyata sudah empat kali mengadakan rapat membahas kekekurahan di Dinas Pekerjaan Umum.

“Soal DPU itu, kami sudah empat kali rapat. Saat ini, semua dokumen rencana pengadaan sedang dilakukan validasi untuk langkah percepatan dan prioritas pekerjaan teknis,” ujarnya.

Validasi itu ditangani oleh Kepala DPU dengan dukungan dari tim asistensi sudah mulai bekerja sejak hari Rabu (6/5/2015) kemarin.

Pada sesi jumpa pers Kamis (7/5/2015) pagi, Sekda menegaskan, tim asistensi berisi tenaga yang menguasai keterampilan teknis di bidang pekerjaan umum.

“Tim asistensi itu dipimpin oleh Pak Yahya dari Inspektorat dibantu seorang lagi juga dari Inspektorat, ditambah dari Dinas ESDM; satu, Dinas Pendidikan; satu, dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga satu. Tim ini bertugas hingga akhir tahun anggaran,” imbuhnya.

Sekda Rembang menambahkan, untuk menjamin kualitas proyek yang selama ini dianggap rendah, uji mutu juga akan dilakukan secara lebih ketat.

“Untuk menjamin kualitas proyek, kami nanti akan melibatkan penguji dari laboratorium DPU, laboratorium pendidikan tinggi, dan Sucofindo,” katanya.

Selama ini, di Rembang, laboratorium PU yang lebih diandalkan.

Tahun ini, DPU Rembang sedianya akan melaksanakan 236 paket proyek yang masing-masing senilai Rp200 juta atau total Rp47,2 miliar.

Selain itu, DPU sedianya juga menggelar 29 paket proyek besar dengan total nilai Rp45,5 miliar.

Bulan Mei ini, rencananya lelang pekerjaan sudah akan mulai berlangsung.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan