Kasus DBD di Rembang Meruyak Sejak Akhir 2015

Sabtu, 16 Januari 2016 | 16:15 WIB
Suasana antrean pengunjung klinik di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Senin (28/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Suasana antrean pengunjung klinik di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Senin (28/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kasus penyakit demam berdarah dengue di Rembang meruyak sejak akhir tahun kemarin hingga pertengahan bulan Januari ini.

Rumah sakit daerah Rembang merawat lebih dari 125 pasien DBD dari berbagai kecamatan dalam kurun sebulan terakhir.

Markamah, salah satu orang tua pasien asal Dukuh Bogel Desa Gambiran Kecamatan Pamotan, Sabtu (16/1/2016) siang menuturkan, anaknya sudah 4 hari ini dirawat di rumah sakit.

Di desanya, ia menyebut baru anaknya yang berumur 12 tahun yang diserang DBD. Ia berharap anaknya cepat pulih.

“Ini sudah membaik. Harapannya ya semoga cepat sembuh dan bisa kembali sekolah biar tidak ketinggalan banyak pelajaran,” katanya.

Dewi, orang tua pasien lainnya dari Desa Kabongan Lor-Rembang menyebutkan, anaknya yang kini berusia 7 bulan, sudah 10 hari terakhir dirawat di rumah sakit akibat terjangkit demam berdarah.

“Sudah 10 hari ini dirawat. Di desa saya, ya baru anak saya yang kena (DBD),” katanya

Ia menduga, serangan nyamuk demam berdarah berasal dari genangan air di tumpukan cangkang rajungan, yang berada tidak jauh dari rumahnya.

“Kan banyak yang ngupas rajungan. Cangkangnya bisa digenangi air dan dipakai sarang nyamuk,” katanya.

Dewi yang seorang perangkat desa menyatakan sudah mengusulkan fogging atau pengasapan guna memutus rantai DBD, tapi belum terwujud.

“Kemarin Pak Kades juga sudah ada rencana fogging. Nggak tahu kok belum ada sampai saat ini,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii mengakui, tingkat serangan DBD masih cenderung tinggi di kabupaten ini.

“Kami sudah berupaya menekan tingkat kasus DBD, antara lain dengan menyosialisasikan gerakan pemberantasan sarang nyamuk,” .

Selain itu, pihaknya juga menggelar lomba desa bebas jentik, yang diharapkan bisa mendorong peran serta warga untuk rajin menguras bak mandi atau tempat penampungan air dari jentik.

“Soal fogging, kami sudah merencanakannya di beberapa titik dan direalisasikan pada waktu dekat,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan