Kasatlantas Sampaikan Permintaan Maaf kepada Jurnalis di Rembang

Sabtu, 31 Mei 2014 | 13:56 WIB
Di hadapan para jurnalis di salah satu rumah makan di Rembang, Sabtu (31) siang,  Kasatlantas Polres Rembang AKP Raden Dian Kusumasmoro  akhirnya meminta maaf. (Foto:Pujianto)

Di hadapan para jurnalis di salah satu rumah makan di Rembang, Sabtu (31) siang, Kasatlantas Polres Rembang AKP Raden Dian Kusumasmoro akhirnya meminta maaf. (Foto:Pujianto)


REMBANG, MataAirRadio.net –
Kasatlantas Polres Rembang AKP Raden Dian Kusumasmoro akhirnya meminta maaf kepada para jurnalis di kabupaten ini atas sikap arogansi dan mengintimidasi pekerja pers yang meliput kasus kecelakaan 20 Mei lalu.

Di hadapan para jurnalis di salah satu rumah makan di Rembang, Sabtu (31) siang, Raden Dian mengaku sudah dipanggil oleh Kapolres atas aduan yang menyebut dirinya telah mengintimidasi dan menghalangi profesi jurnalis.

Dia berharap permintaan maaf itu bisa menyelesaikan permasalahan yang pernah muncul. Kasatlantas mengaku khilaf, telah bersikap yang intimidatif terhadap wartawan. Itu diakuinya muncul begitu saja karena jiwa korsa.

Akibat pemberitaan massif di media baik cetak maupun elektronik, Kasatlantas mengaku mendadak menjadi “artis”. Banyak rekan polisi se-angkatannya yang menghubungi dan meminta penjelasan. Raden juga mengaku diklarifikasi pihak Polda Jawa Tengah atas kejadian itu.

Kasatlantas menyatakan, saat mengeluarkan kata-kata akan membantai wartawan, dirinya sedang emosi. Dia berdalih, di setiap kali dinas, anggota di jajaran merupakan keluarganya. Jika satu sakit, maka dirinya mengaku sakit.

Namun sebelumnya Kapolres menyatakan, insiden polisi dan siswa terlibat kecelakaan adalah hal biasa jika diangkat menjadi sebuah berita. AKP Raden Dian berharap persoalan yang dianggapnya berawal dari kesalahpahaman ini, selesai dengan permintaan maafnya.

Ketua PWI Pokja Rembang Jamal A Grahan mengaku bisa menerima permintaan maaf itu. Dia mengingatkan bahwa wartawan dan polisi itu mitra yang mestinya bisa saling menghargai profesi.

Sekretaris PWI Pokja Jateng II Daryono berharap agar tidak terjadi lagi insiden intimidasi dan menghalangi tugas wartawan. Apalagi oknum polisi yang melakukannya. Dengan permintaan maaf Kasatlantas, dia pun menganggap persoalan itu selesai. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan