Kasasi Ditolak, Vonis Heni Jadi Lima Tahun

Selasa, 6 Januari 2015 | 18:40 WIB
Salinan putusan Kasasi MA atas kasus Heni Nurcahyanti . (Foto:Pujianto)

Salinan putusan Kasasi MA atas kasus Heni Nurcahyanti . (Foto:Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Vonis atau hukuman yang dijatuhkan kepada Heni Nurcahyanti, mantan Sekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber, kian berat setelah upaya kasasinya ke Mahkamah Agung (MA) ditolak.

Pasalnya tidak hanya kasasi Heni yang ditolak, vonisnya pun ditambah menjadi pidana penjara lima tahun, denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan, dan membayar uang pengganti Rp218 juta.

“Apabila dalam waktu satu bulan, uang pengganti tidak dibayar, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan apabila tidak punya harta benda dan tidak bisa membayar, dipidana satu tahun,” demikian kutipan putusan Ketua Majelis di MA yang diteken Artiko Alkostar.

Sebelumnya, Heni Nurcahyanti “hanya” divonis dua tahun dan enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang. Tapi, hukumannya diperberat menjadi empat tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp50 juta pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi.

“Iya, waktu banding, vonisnya diperberat menjadi empat tahun dan enam bulan. Ini, saat kasasinya ditolak, hukumannya jadi lebih berat menjadi lima tahun dan enam bulan penjara. Masih dikenai denda Rp200 juta dan uang pengganti Rp218 juta,” ungkap Ketua Badan Pengawas UPK Sumber, Gunanto.

Dia mengaku mendapat salinan putusan Kasasi MA atas kasus Heni Nurcahyanti dari jaksa di Kejaksaan Negeri Rembang. Putusan ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi siapa saja, terutama yang melakukan penyimpangan atau korupsi.

“Iya Mas. Saya dapat salinan putusan, fotokopi dari Kejaksaan (Negeri Rembang). Putusan ini menjadi pelajaran penting bagi semua pengurus UPK agar tak main-main (korupsi, red.),” lanjutnya.

Apalagi, kini aset SPP di UPK Sumber mencapai Rp5,5 miliar. Memang, tingkat kredit macet di UPK-nya masih tinggi atau sekitar tujuh persen, mencapai Rp400 juta dari total aset SPP.

“Namun dengan penuntasan kasus dugaan korupsi dalam bentuk kredit fiktif yang terjadi di UPK Sumber, pergerakan kredit macet menjadi ke arah lancar sudah berangsur-angsur tampak. Kami berharap, UPK Sumber akan lebih sehat,” tandasnya.

Sebelumnya, di persidangan dengan terdakwa Rukati, ibunda Heni Nurcahyanti, terungkap adanya 47 jenis barang bukti, antara lain 21 bendel proposal dan kuitansi pembayaran angsuran SPP.

Barang bukti itu juga pernah digunakan oleh pihak Majelis Hakim untuk menjerat Heni.

Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rukati yang diperkarakan dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp600 juta lebih, dituntut dua tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan