Karyawan PDAM Ogah Dipimpin Guswakhid Lagi

Selasa, 17 Februari 2015 | 16:14 WIB
Suasana perayaan ulang tahun ke-35 PDAM Rembang, Selasa (17/2/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

Suasana perayaan ulang tahun ke-35 PDAM Rembang, Selasa (17/2/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian karyawan PDAM Rembang mengaku ogah dipimpin lagi oleh Guswakhid Hidayat.

Sikap ini terungkap dari acara perayaan ulang tahun ke-35 PDAM Rembang di kantor perusahaan setempat, Selasa (17/2/2015) siang.

Hartono Budi Yuwono, salah satu karyawan PDAM Unit Pamotan menyebut Guswakhid kurang peduli pada kesejahteraan karyawan.

“Sejak dipimpinnya, gaji karyawan nyaris tak ada perbaikan,” ujarnya.

Komunikasi dengan karyawan juga tidak berlangsung baik karena jarang terlibat pertemuan.

“Kegiatan darma wanita di PDAM pun tidak berjalan sama sekali,” tandasnya.

Dia bersama karyawan lain menginginkan perombakan direksi PDAM.

“Niatan Guswakhid yang ingin maju lagi pada seleksi direktur baru, mestinya dianulir karena sudah dua kali menjabat,” tegasnya.

Selain pernyataan salah satu karyawan PDAM Unit Pamotan itu, suasana riuh bernada cemooh juga muncul pada saat Guswakhid memberikan sambutan di kesempatan itu.

Namun dirinya yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM, seolah berusaha menepis.

Ditemui seusai acara, Guswakhid menjelaskan soal kesejahteraan atau gaji karyawan, sudah diberikannya sebagaimana regulasi yang berlaku.

“Jika dianggap kurang, maka regulasinya yang mesti direvisi,” katanya.

Sementara soal tudingan yang menyebut dirinya jarang berkomunikasi dengan karyawan, dia mengaku menggelar pertemuan dengan karyawan sebanyak dua kali dalam setahun.

“Pertemuan dengan karyawan, dua kali dalam setahun yakni saat Lebaran dan perayaan ulang tahun perusahaan,” terangnya.

Adapun soal niatannya maju lagi sebagai direktur, dia memilih bungkam.

“No comment soal itu (maju lagi pada seleksi direktur baru, red.),” tandasnya.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafiz mendukung peningkatan gaji karyawan PDAM daripada mendapati atau mendengar kasus operator lapangan yang nekat melakukan tindakan menyimpang.

“Kami minta dewan pengawas merumuskannya,” ujarnya.

Hafidz yang turut hadir pada pertemuan di PDAM itu juga membeber kesiapan rekrutmen direktur baru perusahaan daerah ini. Menurutnya, peraturan bupati yang mengatur rekrutmen akan segera terbit dalam satu atau dua bulan ini.

“Kami tak ingin PDAM terlalu lama dipimpin oleh plt direktur. Plt itu tidak enak dan nggak efisien,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan