Karaoke Dekat Kantor Pelayanan Publik Mengundang Polemik

Jumat, 30 Oktober 2015 | 17:58 WIB
Bagian belakang lokasi bekas Kantor Dishub Rembang yang ditengarai kuat akan dipakai untuk usaha karaoke. Usaha karaoke dikecam karena didirikan di tengah kota. (Foto: Pujianto)

Bagian belakang lokasi bekas Kantor Dishub Rembang yang ditengarai kuat akan dipakai untuk usaha karaoke. Usaha karaoke dikecam karena didirikan di tengah kota. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – DPRD Rembang berpendapat, tempat hiburan seperti karaoke yang berlokasi di dekat kantor pelayanan publik, akan menjadi polemik. Pernyataan Komisi D DPRD Rembang itu untuk menanggapi rencana usaha karaoke di bangunan bekas kantor Dishub.

Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko, Jumat (30/10/2015) siang mengatakan, usaha karaoke jangan sampai berdiri di tempat yang bisa mengganggu moralitas dan lingkungan. Pihaknya menginginkan agar Pemkab Rembang membuat pemetaan yang jelas terhadap karaoke.

“Kita ingin ada pemetaan tentang tempat hiburan yang pas. Jangan sampai tempat hiburan itu bisa berdiri di tempat yang bisa menganggu moralitas dan lingkungan. Jangan di dekat sekolah atau tempat ibadah. Karena itu akan menjadi polemik,” katanya.

Henry menegaskan, apapun alasannya, usaha karaoke yang dekat dengan kantor dinas, sekolah, dan tempat ibadah, perlu dikaji ulang. Pihaknya tidak melarang pendirian usaha karaoke, tetapi pendiriannya perlu dipetakan.

Menurut Henry, perlu ada maket yang jelas tentang di mana seharusnya usaha karaoke bisa didirikan. Ia menekankan, meskipun usaha itu milik sendiri, namun pendirian karaoke tidak bisa di sembarang tempat.

“Apapun alasannya (usaha karaoke di dekat kantor dinas, sekolah, dan tempat ibadah) perlu dikaji ulang. Kita tidak melarang. Cuma kita perlu pemetaan yang lebih detail. Dimaket saja, tempat hiburan yang pas dimana. Walaupun punya sendiri, jangan diizinkan sembarangan,” katanya.

Terkait dengan rencana pemanfaatan bangunan bekas kantor Dishub untuk usaha karaoke, Penjabat Bupati Rembang Suko Mardiono tidak juga memberikan tanggapan, meskipun reporter radio ini sudah berusaha mengonfirmasinya melalui pesan singkat dan sambungan telepon.

Pihak KPPT Rembang sebelumnya menyatakan, bangunan bekas kantor Dishub diajukan izin warung makan berfasilitas karaoke. Petugas KPPT pernah mengunjungi bangunan yang sekarang sudah disekat ruang per ruang secara tertutup dan telah menegur agar dibuat karaoke terbuka.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan