Kamar 14 Kapal Digembok Gara-gara Langgar Batas Sandar

Kamis, 22 Mei 2014 | 16:00 WIB
Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tasikagung Rembang.

Kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tasikagung Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Setidaknya 14 kapal digembok kamar utamanya, gara-gara melanggar batas sandar di Pelabuhan Pendaratan Ikan Tasikagung Kecamatan Rembang. Mereka yang melanggar itu kapal mini purseseine dan kapal cantrang.

Setiap kapal mestinya bersandar hanya untuk bongkar muatan ikan hasil tangkapan. Namun, setelah bongkar, sejumlah kapal memilih tetap sandar di tempat semula sehingga mengakibatkan batas zona sandar kapal mini purseseine maupun kapal cantrang, terganggu.

Kepala TPI Tasikagung Tukimin mengatakan, tindakan tegas menggembok pintu kamar utama kapal, dilakukan oleh pihak UP3 atau Unit Pelabuhan Perikanan Pantai Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. UP3 dibantu Polisi Perairan dan TNI Angkatan Laut.

Tukimin juga mengatakan, penindakan tegas terhadap kapal yang melanggar batas zona sandar, berlangsung sejak Selasa (20/5) kemarin hingga Kamis (22/5) ini. Dia juga memastikan pengadaan gembok dan segala biaya yang timbul dari penertiban itu bukan tanggungan TPI.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang Letda Laut Hartono mengatakan, penertiban terhadap kapal yang melanggar batas zona sandar sebagai bagian dari pembinaan. Namun jika mereka mengulang pelanggaran yang sama, pihaknya mengancam mempersulit surat berlayar.

Menurut Hartono, area sandar masih luas. Apalagi sebelumnya, mereka yang melanggar batas zona sandar, menyandarkan kapalnya di area tengah laut. Dia menegaskan, persandaran dibangun oleh Negara, sehingga tidak digunakan seenaknya.

Hartono juga menjelaskan, dengan menggembok pintu kamar utama kapal, maka pemilik atau awak kapal akan mencari petugas. Pasalnya, kamar utama dipakai untuk menyimpan banyak kebutuhan pokok berlayar. Penertiban ini diharapkan melatih nelayan patuh pada aturan.

Only Dwiyono, salah satu pengurus kapal mini purseseine Tasikagung mengapresiasi langkah dari pihak UP3. Menurutnya, penertiban itu diharapkan akan berdampak pada ketaatan pihak kapal cantrang. Dia membenarkan, penertiban penting untuk mengantisipasi perselisihan antar-pengurus kapal. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan