Kandang Ayam Watuceleng Langgar Ketentuan Jarak

Sabtu, 15 Februari 2014 | 14:18 WIB
Kandang ayam Dusun Watuceleng Desa Karas Kecamatan Sedan.

Kandang ayam Dusun Watuceleng Desa Karas Kecamatan Sedan.

SEDAN, MataAirRadio.net – Pihak Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang akhirnya merespon keluhan sebagian warga Dusun Watuceleng Desa Karas Kecamatan Sedan terhadap keberadaan kandang ayam di dusun setempat.

Tim dari Bidang Peternakan memastikan, jarak antara kandang dengan permukiman, hanya puluhan meter. Padahal, jarak idealnya mencapai 250 meter, sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Dokter hewan dari Bidang Peternakan Idham Rohmadi mengatakan, lalat dan bau menjadi soal klasik pada kandang ayam. Setelah mengecek kandang milik Masrip di Dusun Watuceleng, pihaknya menilai pengelolaan kebersihan kandang perlu ditingkatkan.

Bau dan lalat memang dijumpai oleh tim saat melakukan inspeksi pada Rabu (12/2) kemarin. Melihat kenyataan itu, Bidang Peternakan akan berkirim surat kepada pengelola kandang, sekaligus untuk menghindari munculnya keluhan serupa.

Dokter Idham yang mendampingi Kepala Bidang Peternakan Agus Iwan Haswanto juga mengatakan, keluhan bau dan lalat yang dipicu oleh kandang ayam memang tidak kali ini saja menyeruak. Sebelumnya kandang yang di Karangasem-Sedan, juga dikeluhkan.

Pihaknya berharap kepada setiap peternak untuk menaati aturan main perkandangan ayam. Mulai dari pencucian kandang pasca-panen, alat perangkap lalat, hingga penyemprotan disinfektan setiap satu hingga dua hari.

Menurut Idham, saat menginspeksi kandang milik Masrip di Watuceleng, 7.000 ekor ayam yang dibudidayakan sudah dipanen. Meski begitu, pihaknya melihat kotoran ayam sudah dikemas dalam sak untuk dijual ke petani. Soal sanitasi kandang, dia menilai sudah cukup baik.

Diberitakan sebelumnya, sebagian warga RT 4 RW 4 Dusun Watuceleng Desa Karas Kecamatan Sedan mengeluhkan bau menyengat dan lalat yang diduga dipicu oleh keberadaan kandang ayam milik Masrip. Warga menduga pengelolaan kandang tidak maksimal. Apalagi jarak antara kandang dengan permukiman warga hanya sekitar 80 meter.

Pemilik kandang Masrip mengaku sudah berusaha melakukan pembersihan. Dirinya juga sudah memberikan kompensasi kepada warga atas keberadaan kandangnya. Meski demikian, tingkat pembersihan akan ditingkatkan untuk menekan bau dan lalat secara maksimal. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan