Kampus YPPI Rembang Dampingi Ratusan UMKM Untuk Berkembang

Rabu, 27 November 2019 | 20:07 WIB
Dari kiri, Damayanti dan Ahmad Aviv Mahmudi, dosen di STIE YPPI Rembang, saat memberikan penjelasan terkait program pengabdian masyarakat di Desa Sumberjo Kecamatan Rembang, baru-baru ini. (Foto:mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YYPI Rembang telah mendampingi sekitar 700 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang.

Pendampingan yang dilakukan melalui program kuliah kerja usaha (KKU) tersebut bertujuan supaya para pelaku UMKM ini mampun mngembangkan usahanya.

Anik Nurhidayati salah satu dosen di STIE YPPI Rembang menjelaskan, program KKU sudah berjalan sejak tahun 2012. Ia menyebutkan, rata-rata setiap tahun ada 70-90 UMKM yang pihaknya sasar untuk program KKU.

“Untuk tahun 2019 ini, ada 75 UMKM se-Kabupaten Rembang yang disasar. Kecamatan Sarang dan Gunem tidak ada untuk tahun ini,” ungkapnya saat dihubungi mataairradio.com, Rabu (27/11/2019).

Ia menambahkan, sejauh ini program KKU yang pihaknya lakukan baru di lingkup Kabupaten Rembang. Rencananya tahun mendatang program pendampingan ini akan meluas hingga ke luar kabupaten.

Selain program KKU, dirinya juga mengatakan ada beberapa program pengabdian bagi masyarakat, yakni melalui Pengabdian hibah Kemenristek Dikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), Kemen Dikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), dan Yayasan.

“Sejauh in masih di Kabupaten Rembang, belum ke luar Rembang. Target tahun mendatang meluas, ke luar Kabupaten Rembang.

Selain KKU ada juga Pengabdian hibah Dikti dan Diknas. Tiap tahun kisaran 3-5 lokasi UMKM. Dana hibah yayasan untuk pengabdian juga ada” tuturnya.

Ahmad Aviv Mahmudi salah satu dosen di Kampus YPPI Rembang yang melakukan program pengabdian masyarakat menjelaskan, pihaknya telah melakukan program pengabdian masyarakat di Desa Sumberjo Kecamatan Rembang.

Program pengabdian yang pihaknya lakukan yaitu mendampingi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumberjo, yang bergerak dibidang perdagangan barang konsumsi rumah tangga atau “Mini Market”.

Aviv menambahkan, melalui program tersebut para anggota BUMDes diajari tentang manajemen pengelolaan dan pendampingan pembukuan keuangan.

Dalam menyelesaikan program pengabdian tersebut, Aviv ditemani oleh Damayanti yang juga dosen di STIE YPPI Rembang dan dua mahasiswanya.

“Dalam program pengabdian ini kami berempat. Dua dosen dan sisanya mahasiswa. Pendampingan kepada BUMDes minimarket di Sumberjo akan dilakukan selama 40 hari.” tandasnya.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan