Buntut Protes Tiga Kampus, Pemkab Janjikan Pemerataan Beasiswa

Sabtu, 8 September 2018 | 16:05 WIB

Perwakilan STIE YPPI Rembang, Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang, dan STAI Al-Kamal Sarang saat rapat audiensi di ruang rapat gedung DPRD Rembang pada Sabtu (8/9/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga perguruan tinggi di Rembang yaitu STIE YPPI Rembang, Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang, dan STAI Al-Kamal Sarang mempertanyakan kebijakan beasiswa yang diberikan kepada calon mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Undip di Rembang.

Pertanyaan tersebut disampaikan saat rapat audiensi di ruang rapat gedung DPRD Rembang pada Sabtu (8/9/2018) pagi tepatnya pukul 10.00 waktu setempat.

Rapat audiensi ini dihadiri oleh perwakilan tiga kampus tersebut, perwakilan Pemkab yang dipimpin oleh Sekda, dan Komisi D DPRD Rembang. Rapat audiensi ini dipimpin Gunasih oleh wakil ketua DPRD setempat.

Muhamad Syaikhu Wakil Ketua II STIE YPPI mempertanyakan mengapa PSDKU Undip membuka prodi yang sama dengan STIE YPPI, dan alasan pemberian beasiswa yang tidak merata antara PSDKU Undip dengan perguruan tinggi lain di Rembang.

Pasalnya jika alasan mahasiswa yang diberi beasiswa adalah miskin berprestasi maka di kampus lain juga banyak bahkan hampir 90 persen. Karena logikanya jika mahasiswa yang mampu tentu akan kuliah di luar kota.

Apalagi menurut informasi dari 79 calon mahasiswa yang diterima di PSDKU Undip di Rembang, hanya 25 saja yang asli Rembang sedangkan sisanya adalah warga luar Rembang.

“Itu artinya berdirinya PSDKU tidak berdampak pada warga Rembang malah yang menikmati beasiswanya adalah orang luar Rembang,” keluhnya.

Wakil Ketua DPRD Rembang Gunasih yang memimpin jalannya sidang audiensi menyatakan bahwa dalam audiensi tadi pihak pemerintah berjanji akan melakukan pemerataan beasiswa pada perguruan tinggi swasta yang ada di Rembang, namun baru bisa direalisasikan tahun depan atau tahun 2019.

Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah akan secepatnya merubah Peraturan Bupati (Perbub) tentang pemberian beasiswa kepada perguruan tinggi swasta.

Sedangkan saat ini hanya mahasiswa perguruan tinggi negeri saja yang mendapatkan beasiswa.

Disinggung terkait rencana pemberian hibah tanah seluas 15 hektar yang ada di dekat Gelanggang Olahraga (GOR) Mbesi Rembang Gunasih mengaku masih belum dibahas karena surat yang diajukan ke DPRD belum lengkap dan hanya satu lembar.

“Kita Pemkab untuk melengkapi dokumen pendukung,” tegasnya

Pada dasarnya Gunasih sepakat dengan berdirinya PSDKU Undip di Rembang, namun harus bermanfaat bagi warga Rembang. Iapun meminta komitmen pemerintah agar serius jangan sampai kejadian tutupnya Akademi Komunitas Negeri (AKN) Rembang terulang kembali karena ketidakmampuannya dalam mengelola.

Diawal mahasiswanya banyak, tapi karena tidak bisa mandiri sehingga tidak mampu bertahan.

PSDKU Undip sediri adalah lanjutan dari AKN Rembang yang sebelumnya dibawah bimbingan Universitas Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Namun waktu bimbingan yang selama tiga tahun sudah lewat dan AKN tidak mampu mandiri.

 

 

Penulis: Muhamad Siroju Munir
Editor: Muhamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan