Kajari Baru Janji Tahan Kadinas ESDM Sebelum Januari Berakhir

Kamis, 9 Januari 2014 | 14:44 WIB
Kajari Rembang Wayan Eka Putra memberikan keterangan pers mengenai perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi PPID 2011, Kamis (9 1).

Kajari Rembang Wayan Eka Putra memberikan keterangan pers mengenai perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi PPID 2011, Kamis (9 1).

REMBANG, MataAirRadio.net – Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Wayan Eka Putra menyatakan akan menahan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Supriyanto sebelum bulan Januari ini berakhir. Kajari yang mengaku baru empat hari bekerja di Kejari Rembang, sedang merampungkan penyusunan berkas dakwaan tersangka dugaan korupsi PPID 2011.

Ditemui wartawan pada Kamis (9/1) siang, Eka menegaskan, pihaknya serius memerangi tindak pidana korupsi. Dia juga menyatakan, berkas perkara tersangka kasus korupsi yang merugikan negara Rp1,5 miliar ini, sudah beres. Tinggal menyusun berkas dakwaan saja.

Eka yang kelahiran Selayar Sulawesi Selatan mengaku sudah meminta Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus agar melakukan penahanan terhadap Agus pada pertengahan bulan ini atau paling tidak sebelum Januari berakhir.

Meski baru saja menjabat Kajari Rembang, dia tidak memungkiri, sudah banyak yang bertanya kepadanya mengenai belum ditahannya Agus Supriyanto. Mereka juga sempat membandingkannya dengan tersangka lain yang sudah ditahan.

Didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Rembang Ali Mukhtar, Eka juga memastikan akan segera melimpahkan berkas tersangka lain dalam kasus PPID 2011 ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Semarang.

Kajari membeberkan, penyusunan berkas dakwaan terhadap Abdul Muttaqin, tersangka lain dalam kasus PPID, hampir selesai dan begitu beres akan langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Pihak kejaksaan mengaku fokus menuntaskan berkas perkara terhadap dua tersangka kasus PPID 2011. Mengenai dugaan aliran dana PPID ke sebuah perusahaan persekutuan milik kroni penguasa Rembang, Kejaksaan belum akan menelusurinya.

Kasus dugaan korupsi PPID 2011 senilai Rp1,52 miliar bergulir sejak pertengahan 2013. Kejaksaan sudah menahan PPK proyek Abdul Muttaqin. Penyidik kejaksaan sempat pula berdalih belum menahan Kepala Dinas ESDM karena audit perhitungan kerugian negara belum turun. Namun ketika audit dari BPKP Jateng turun dan menyebut nilai kerugian negara sama dengan nilai proyek, Agus pun masih melenggang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan