Kafilah STQ Jateng Diantar Langsung oleh Gubernur ke Maluku Utara

Jumat, 15 Oktober 2021 | 18:29 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama dengan sang istri dan rombongan, saat tida di Maluku Utara dan disambut okeh warga setempat, pada Jumat (15/10/2021). (Foto: mataairradio.com)

 


TERNATE, mataairradio.com –
Kafilah atau rombongan perserta perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah pada gelaran Seleksi Tilawah Quran Nasional (STQN) ke-XXVI di Maluku Utara, diantarkan secara langsung oleh Gubernur Ganjar Pranowo.

Rombongan itu tiba di Bandara Babullah Ternate pada Jumat (15/10/2021), dengan disambut oleh berbagai kemeriahan warga setempat.

Mulai dari pertunjukan kesenian hingga prosesi adat untuk memberi penghormatan kepada tamu yang hadir pun dipentaskan dan dipersembahkan.

Dari warga bersuku Ternate, mereka menyuguhkan tari Cakalele. Yakni tarian perlambang keberanian yang dipersembahkan untuk tamu kehormatan. Bahkan mereka juga melakukan prosesi adat keselamatan dan keberkahan.

Ganjar  tampak didampingi oleh sang istrinya, Siti Atikoh.

“Sebuah kehormatan Pak Ganjar tiba di sini. Semoga membawa berkah bagi warga Ternate dan membawa kebaikan untuk beliau,” kata Nur Adiansyah, salah satu peserta prosesi adat Ternate.

Selain dari suku Ternate, warga setempat yang bersuku Jawa tidak mau ketinggalan untuk memberi penghormatan.

Bagi mereka yang sudah puluhan tahun bermukim di Ternate, jadi sebuah kebanggaan dapat bersua dengan salah satu tokoh dari kampung halamannya.

“Sangat bahagia. Beliau ini kan bapak kita. Luar biasa rasanya,” ujar Bagyo Widodo, tetua Kerukunan Keluarga Persaudaraan Jawa (KKPJ) Ternate.

Menurutnya, penyambutan yang warga Ternate berikan kepada Ganjar ini luar biasa.

Dia menyebut, ini adalah simbol persatuan yang semakin kuat antara Suku Jawa dan Ternate, meski kenyataannya selama puluhan tahun mereka sudah hidup damai berdampingan.

“Kami warga Jawa yang di sini mengajarkan warga asli sini tentang gamelan, tembang-tembang Jawa dan tarian. Sebaliknya, anak-anak kami juga belajar adat dan kesenian Suku Ternate,” terangnya.

Ia menilai, karena kedekatan itulah, kelompok masyarakat Jawa di Ternate banyak turut berkontribusi dalam kehidupan sosial kesehatan di sini.

“Dari pemberian wakaf, membangun masjid sampai memberi sumbangan ambulance,” ungkapnya.

“Yang penting semua rukun. Untuk saudara-saudaraku dari Jawa, ingat di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Sebisa-bisanya harus memberi manfaat di manapun berada,” pesan Ganjar.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan