Kadus Sendangmulyo Diadili Karena Aniaya Warganya

Kamis, 3 September 2015 | 18:36 WIB
Kadus Bogoran Desa Sendangmulyo Kecamatan Kragan, Mustofa. (Foto: Pujianto)

Kadus Bogoran Desa Sendangmulyo Kecamatan Kragan, Mustofa. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kepala Dusun Bogoran Desa Sendangmulyo Kecamatan Kragan, Mustofa, diadili di Pengadilan Negeri Rembang, Kamis (3/9/2015) pagi, dengan dakwaan menganiaya salah seorang warganya yang bernama Tasrip (60).

Ditemui sebelum sidang, Tasrip mengaku dipukuli oleh terdakwa, tanpa dia tahu apa alasannya. Ketika itu Tasrip yang masih bertetangga dengan terdakwa melintasi jalan kampung pada suatu malam.

“Waktu itu, saya naik sepeda motor hendak ke rumah kerabat. Tiba-tiba, saya pukuli. Saat itu, kira-kira jam 7 malam. Saya luka di beberapa bagian kepala. Sampai harus empat hari dirawat di Puskesmas Kragan II dan dua hari di RSUD Rembang,” katanya.

Pada persidangan itu, Majelis Hakim menghadirkan dua orang saksi, masing-masing Kosim dan Sukardi, warga Dusun Bogoran. Dua orang tersebut sempat melerai Mustofa agar berhenti memukuli Tasrip.

“Kebetulan, kami berada di dekat warung, tidak jauh dari terjadinya peristiwa itu. Kami sempat melerai Pak Kadus,” ungkapnya.

Mustofa yang juga ditemui sebelum persidangan mengaku nekat memukuli Tasrip karena tak kuasa menahan emosi yang disebutnya sudah menumpuk. Dia mengaku tersinggung dengan Tasrip yang mengatai dirinya tidak bekerja profesional sebagai kadus.

“Dia (Tasrip) datang menanyakan kitir pajak. Dua kali dia datang dan bertepatan dengan saya nggak ada di rumah. Istri saya sudah bilang saya sedang tidak di rumah. Malah dia marah dan bilang, ‘kalau perangkat desa seperti ini, kapan kerjanya, malah ngurusi perut sendiri’,” ujarnya.

Sidang kali ini adalah yang kedua, dengan agenda meminta keterangan dari korban atau pelapor dan dua orang saksi. Di sidang yang pertama, jaksa telah membacakan dakwaan bagi Mustofa.

Terdakwa dikenai Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman pidana paling lama dua tahun penjara. Tetapi menurut Mustofa, kasusnya lebih mengarah ke perkelahian.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan