Kadus Dituntut Mundur Gara-gara Tiga KK Tak Terima Raskin

Senin, 24 Februari 2014 | 16:47 WIB
Sekitar 40 orang warga Dusun Gunung Wurung Desa Segoromulyo Kecamatan Pamotan, memprotes penyaluran beras bagi keluarga miskin, Senin (24/2) siang. (Foto:Pujianto)

Sekitar 40 orang warga Dusun Gunung Wurung Desa Segoromulyo Kecamatan Pamotan, memprotes penyaluran beras bagi keluarga miskin, Senin (24/2) siang. (Foto:Pujianto)

PAMOTAN, MataAirRadiko.net – Sekitar 40 orang warga Dusun Gunung Wurung Desa Segoromulyo Kecamatan Pamotan, Senin (24/2) siang kembali datang ke kantor kecamatan setempat. Mereka memprotes penyaluran beras bagi keluarga miskin atau raskin yang menyisakan persoalan.

Sebelumnya, Sabtu (22/2) kemarin, warga juga berunjuk rasa terkait persoalan yang sama di Kantor Kecamatan Pamotan. Rohman, salah seorang warga menuturkan, kisruh pembagian raskin di dusunnya terjadi pada bulan Januari.

Ketika itu, dari 79 keluarga di dusunnya, ada tiga keluarga yang tidak kebagian jatah. Padahal menurut Rohman, dalam daftar penerima, tiga keluarga itu tercantum. Dia pernah mengadukan persoalan ini kepada Kadus Gunung Wurung, Selamet Riyadi.

Namun Kadus tidak sigap, sehingga mengundang kejengkelan dari warga. Mereka bahkan menuntut Kadus Gunung Wurung mundur, jika tak bisa menuntaskan persoalan ini.

Darmani, Kepala Desa Segoromulyo juga menuturkan, kisruh raskin di Gunung Wurung bermula ketika pembagian jatah beras itu dilakukan di setiap pedukuhan. Namun setelah pembagian raskin bulan Januari, ada warga yang melapor bahwa tiga keluarga tidak kebagian jatah.

Dirinya langsung turun tangan melakukan pengecekan melalui konfirmasi kepada keluarga yang bersangkutan. Hasilnya, memang benar ada warga yang tidak kebagian. Dirinya lantas memanggil Kadus.

Sempat terjadi ketegangan antara Kades dengan Kadus. Beruntung pertikaian tidak berlanjut karena dilerai oleh perangkat desa lainnya. Soal tuntutan warga untuk mencopot Kadus, Darmani mengaku perlu menampung aspirasi masyarakat dan berkoordinasi dengan BPD.

Pada waktu pertemuan di Kantor Kecamatan Pamotan siang itu, Kadus Gunung Wurung, tidak dihadirkan dengan alasan keamanan. Camat Pamotan Wiyoto mengaku sudah langsung memerintahkan Kepala Seksi Kesra Kecamatan Pamotan Kastari turun ke lapangan, begitu selesai unjuk rasa, Sabtu (22/2) kemarin.

Memang ada tiga keluarga yang belum kebagian jatah raskin. Namun ketika permasalahannya sudah berkembang menjadi tuntutan mundur kepala dusun, pihaknya menjelaskan ada aturan yang berlaku. Salah satunya bermasalah dengan hukum. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan