Warga Sebut Kades Bonang Tebar Ancaman

Selasa, 20 Mei 2014 | 15:38 WIB
Sulistyorini menunjukkan ijazah kepala desa bonang yang diduga asli tapi palsu milik Kades Bonang Syaiful Shodikin, Senin (19/5). (Foto:Pujianto)

Sulistyorini menunjukkan ijazah kepala desa bonang yang diduga asli tapi palsu milik Kades Bonang Syaiful Shodikin, Senin (19/5). (Foto:Pujianto)

LASEM, MataAirRadio.net – Kisruh tudingan ijazah asli tetapi palsu Kepala Desa Bonang Kecamatan Lasem Syaiful Shodikin, meruncing. Setelah persoalan itu mencuat, sejumlah warga mengaku mendapat ancaman dari orang yang diduga tangan kanan Kades.

Sulistyorini, tokoh pengadu Kades Bonang ke polisi menyebut Syaiful sudah mengancam dengan segala cara untuk menghindari masalah yang membelit. Dia bersama krunya juga disebut diancam disingkirkan dari Desa Bonang.

Menurut Rini, ada pula salah satu warga yang ditodong dengan menggunakan sabit disertai nada mengancam. Tindakan pihak Kades dinilai sudah meresahkan semua masyarakat. Baginya, Kades Bonang harus berhenti dari jabatan. Apalagi, Syaiful terkesan mengindari warga.

Kepala Desa Bonang Syaiful Shodikin yang dihubungi secara terpisah mempersilakan warga untuk berbicara apa saja. Dia menuding warga yang berbicara seperti itu hanya berdasar rasa tidak senang terhadapnya. Semua tuduhan akan dibuktikannya dengan fakta.

Meski demikian, dia membantah telah menebar ancaman kepada warga. Menurutnya, di era kemerdekaan, cara-cara kekerasan bukan lagi zamannya. Dia pun menyanggah tudingan bahwa akan menyingkirkan orang-orang yang mempolisikannya.

Syaiful menyayangkan sikap warga yang tidak lebih dulu berupaya meminta klarifikasi darinya di balai desa atau melalui lembaga desa. Dia mengakui belum sampai bertemu dengan warga yang kontra dengannya.

Senin (19/5) siang kemarin, 23 warga Desa Bonang mengadukan Syaiful Shodikin kepada polisi. Mereka mendatangi Mapolres Rembang dan diterima oleh Kasatreskrim AKP Joko Santoso. Warga ini menduga ijazah sang kades asli tetapi palsu.

Madrasah Diniyah Tsanawiyah yang mengeluarkan ijazah Syaiful dianggap belum setara dengan SMP. Padahal syarat menjadi kades salah satunya berpendidikan minimal SMP sederajat. Warga juga menyebut Kades telah memalsukan tanda tangan Ketua BPD Bonang.

Kasatreskrim meminta waktu seminggu untuk mendalami aduan warga. Pendalaman diperlukan untuk memilah apakah persoalan ini masuk ranah pidana umum atau pidana khusus kasus korupsi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan