Warga Bonang Adukan Kades Terkait Pemalsuan Ijazah

Senin, 19 Mei 2014 | 16:48 WIB
Sulistyorini menunjukkan ijazah kepala desa bonang yang diduga asli tapi palsu milik Kades Bonang Syaiful Shodikin, Senin (19/5). (Foto:Pujianto)

Sulistyorini menunjukkan ijazah kepala desa bonang yang diduga asli tapi palsu milik Kades Bonang Syaiful Shodikin, Senin (19/5). (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – 23 orang warga Desa Bonang Kecamatan Lasem mendatangi Mapolres Rembang, Senin (19/5) siang. Mereka mengadu kepada polisi terkait dugaan ijazah asli tapi palsu milik Kades Bonang Syaiful Shodikin.

Warga merasa ditipu sejak tahun 2011 atau semenjak Syaiful menjabat Kades. Ijazahnya dianggap tidak memenuhi syarat pencalonan Kades yang mestinya SMP sederajat. Sebab Madrasah Diniyah Tsanawiyah yang mengeluarkan ijazah Syaiful, belum dinyatakan setara SMP.

Sulistyorini, juru bicara warga mengaku heran kenapa dulu panitia pilkades tidak mengeceknya. Pihaknya menyoal ijazah sang kades, setelah muncul kasak-kusuk di masyarakat. Sebagian warga menyebut Syaiful tak lulus SD dan diragukan sempat mengenyam pendidikan SMP.

Selain mempersoalkan ijazah, warga juga mempertanyakan pembangunan rumah keluarga Kades di atas tanah desa. Meski rumah ini diklaim sebagai bangunan musala oleh Kades, tetap saja perlu musyawarah desa sebelum mendirikannya.

Tak hanya itu, Syaiful juga dituding memalsukan tanda-tangan Ketua BPD Bonang Masturi. Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban dana ADD 2012 mencantumkan tanda tangan Masturi. Padahal yang bersangkutan meninggal dunia pada 2011.

Sulistyorini menyebut, kondisi masyarakat di desanya kini telah resah oleh perilaku Syaiful. Dengan mengadukan Syaiful ke polisi, pihaknya berharap segera ada penyelidikan. Pihaknya pun meminta Syaiful lengser dari jabatan.

Kedatangan warga Desa Bonang ini diterima Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Joko Santoso. Mereka didampingi oleh Koordinator Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo.

Kepada warga, Joko meminta waktu satu minggu untuk mendalami aduan tersebut. Pendalaman dilakukan berdasarkan pada berkas yang diserahkan warga kepada polisi. Polisi akan memilah dulu, apakah aduan warga terkait pidana umum atau pidana khusus berupa korupsi.

Di kesempatan lain, Kades Bonang Syaiful Shodikin mengaku siap jika akan diklarifikasi mengenai persoalan yang diadukan warga. Dia pun mengaku tak tahu letak ijazah yang disebut asli tapi palsu. Persoalan ini diharapkannya bisa diselesaikan lebih dulu di balai desa. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan