Kades Logung Klaim Tak Ada Manipulasi dan Penyuapan

Selasa, 13 November 2018 | 14:56 WIB


Mohammad Khozinuddin dan Ilyas Nasirudin, peserta seleksi perangkat desa Logung Kecamatan Sumber melapor ke Polres Rembang, pada Ahad (11/11/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

SUMBER, mataairradio.com – Kepala Desa Logung Kecamatan Sumber Sukoco, mengklaim insiden kesalahan penulisan tanggal dan bulan pada Surat Keputusan (SK) Pengurus Karang Taruna setempat merupakan kesalahan teknis yang dilakukan oleh sekretarisnya.

Sebelumnya, dirinya dilaporkan polisi oleh dua orang peserta yang tidak lolos seleksi perangkat desa pada Ahad (11/11/2018), karena dinilai melakukan manipulasi dan penyuapan uang sebesar Rp45 Juta dari salah satu peserta seleksi.

Sukoco membenarkan, bahwa pembentukkan Karang Taruna di desanya dilakukan pada tanggal 17 Februari 2018, namun penulisan tanggal dan bulan pada surat keputusan dibuat lebih cepat, menjadi tanggal 04 Januari 2018.

Menurutnya, hal itu merupakan kesalahan teknis dan tidak ada maksud untuk memanipulasi SK.

“Saya malah baru sadar kemarin-kemarin, kalau ternyata penulisan tanggal dan bulan pada SK tidak sesuai dengan waktu pelaksanaannya,” ujarnya, saat dihubungi mataairradio.com.

Selain itu, ia juga membantah atas tuduhan penyuapan senilai Rp45 juta dari salah satu peserta seleksi perangkat desa.

“Tuduhan penyuapan sebesar Rp45 juta itu, sangat tidak benar,” tegasnya.

Ilyas Nasirudin, Warga Desa Logung Kecamatan Sumber, yang merupakan salah satu peserta yang tidak lolos seleksi perangkat desa dan kemudian melaporkan polisi mengatakan, telah mencabut laporannya pada Senin (12/11/2018) pukul 07.00 WIB.

Alasan dirinya mencabut laporan itu karena, dirinya ingin tenang dan tidak ada lagi urusan dengan polisi.

“Laporan sudah saya cabut. Kemarin hari Senin (12/11/2018) sekitar pukul 07.00 WIB,” katanya kepada mataairradio.com, pada (Selasa/13/11/2018) siang.

Ia mengungkapkan, dalam laporan tersebut dirinya hanya sebagai pihak pendukung terhadap pelapor utama yaitu Mohammad Khozinuddin.

“Untuk kelanjutannya, dari Pemohon l Mas Khozinuddin kalau mau melanjutkan pelaporan tersebut silahkan, asal tidak bawa nama saya dan nama Mas Anang.

Pada intinya gini, saya sebagai Pemohon ll dan Mas Anang Pemohon lll, sudah mencabut dan tidak menuntut untuk seleksi ulang perangkat desa,” imbuhnya.

Dia membenarkan, bahwa salah satu dasar pelaporan tersebut adalah dugaan adanya politik uang dan manipulasi pada surat keterangan.

“Desa Logung ada lima peserta yang ikut seleksi perangkat desa. Dari lima peserta tersebut tiga orang diantaranya tidak lolos seleksi,” pungkasnya.

Ketiganyanya kemudian melaporkan Panitia Seleksi kepada polisi karen menduga di dalam proses seleksi terjadi penyuapan dan manipulasi data.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan