Kades dan Mantan Kades Bangunrejo Berencana Saling Lapor Polisi

Jumat, 14 Desember 2018 | 15:30 WIB

Perangkat Desa Bangunrejo saat diperiksa oleh tim penyidik dari Polres Rembang, Rabu (12/12/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Pertikaian terjadi antara Kepala Desa (Kades) dan mantan Kades Bangunrejo Kecamatan Pamotan. Hal tersebut dipicu oleh adanya laporan dugaan korupsi pembangunan jalan beton yang tidak sesuai spesifikasi.

Kusminanto Kepala Desa Bangunrejo merasa dilaporkan terlebih dahulu oleh Kades sebelumnya yaitu Ali Achmadi yang juga merupakan rivalnya saat pilihan Kepala Desa (Pilkades).

Laporan tersebut terkait dugaan korupsi pembangunan jalan desa berupa cor beton dari Dana Desa (DD) senilai kurang lebih setengah miliar atau tepatnya Rp 549 juta dengan rincian panjang jalan 1,55 kilometer, tebal 15 centimeter, dengan lebar jalan dua sampai tiga meter.

Pihaknya sudah beberapa kali dipanggil ke Polres sebagai pendamping tim pelaksana kegiatan (TPK) maupun sebagai saksi dan Kepala Desa.

Iapun sudah dipanggil Bupati terkait proyek jalan desa tersebut, dan di depan Bupati ia siap diproses jika terjadi penyelewengan. Ia menyatakan bahwa jalan yang dibangun itu tidak rusak hanya lapisan luar saja yang terkelupas karena banyaknya kendaraan yang mengangkut tebu dengan tonase yang berlebihan.

“Hanya mengelupas saja jalannya mas, tidak rusak,” ungkapnya.

Merasa dilaporkan, Kusminanto juga berencana akan melaporkan Ali Achmadi sebagai Kades sebelumnya terkait dugaan korupsi bantuan sapi. Ia sudah mempunyai data dan bukti bahwa yang bersangkutan menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri.

Bantuan sebanyak 35 ekor sapi yang seharusnya diberikan warga ludes dan sudah tidak terlihat di kandang. Selain itu ada juga bantuan-bantuan lain seperti bibit lele dan jamur juga tidak kelihatan bekasnya.

“Kalau pencemaran nama baik kan jika dia tidak melakukan, lha wong nyata-nyata 35 sapi hilang di kandang kok,” tegasnya.

Ali Achmadi saat dihubungi reporter mataairradio.com menyatakan, pihaknya juga berencana melaporkan kembali Kusminanto ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Ia mengaku bahwa Kusminanto sebagai Kades memfitnah dirinya saat berpidato pada waktu ada kegiatan pengajian di Masjid Bangunrejo dengan mengatakan bahwa dirinya korupsi sapi.

Padahal, itu tidak ada buktinya sama sekali dari lembaga yang berwenang yaitu pengadilan. Jangankan pengadilan, dipanggil pihak kepolisian saja belum.

Karena fitnah tersebut, apalagi didepan umum maka dirinya dan keluarga merasa dirugikan oleh Kades.

Terkait jalan desa yang dipermasalahkan, Ali menyatakan bahwa infrastrutur yang seharusnya bisa dinikmati warga sampai bertahun-tahun, hanya lima bulan saja sudah rusak, entah karena kurang semen atau yang lainnya.

Hal itu terbukti karena pembangunan jalan baru dimulai bulan Mei 2018 lalu.

“Saya berencana melaporkannya Mas, keluarga saya merasa dirugikan,” ungkapnya.

Sementara itu kepala Unit (Kanit) Tipikor pada Polres Rembang Ipda Arif Kristiawan saat dihubungi reporter mataairradio.com pada Jumat (14/12/2018), membenarkan telah menangani kasus pembangunan jalan Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan.

Namun pihaknya enggan membeberkan hasilnya karena masih dalam proses penyelidikan.

“Ya, masih dalam penyelidikan Mas,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan