Kades Bonang Akui Masturi Tak Teken LPj ADD 2012

Selasa, 20 Mei 2014 | 15:20 WIB
Ilustrasi (Foto:azperlosviluppo.files.wordpress.com)

Ilustrasi (Foto:azperlosviluppo.files.wordpress.com)

LASEM, MataAirRadio.net – Kepala Desa Bonang Kecamatan Lasem Syaiful Shodikin angkat bicara seputar tuduhan pemalsuan tanda tangan Ketua BPD pada LPj Alokasi Dana Desa Tahun 2012. Dia menyebut tanda tangan Masturi yang tercantum di LPj itu, tidak digoreskan sendiri oleh sang Ketua BPD.

Masturi telah meninggal dunia pada tahun 2011. Syaiful berkilah, tanda tangan yang dibubuhkan itu, semata untuk mengenang perjuangan Ketua BPD. Menurutnya, tanda tangan Masturi tetap dicantumkan agar yang bersangkutan memperoleh tunjangan.

Namun urusan penandatanganan itu diserahkannya kepada pihak BPD. Menurut Syaiful, mungkin telah ada kesepakatan antar-anggota BPD untuk tetap mencantumkan teken Masturi. Syaiful mengklaim, uang tunjangan BPD dari ADD, telah diberikan kepada keluarga Masturi.

Atas penjelasan tersebut, Kades Bonang mengaku siap jika pada saatnya nanti, diklarifikasi oleh warga maupun polisi. Baginya, tidak ada hal yang perlu ditakutkan. Dia yakin apa yang dilakukan itu sudah sesuai aturan dan berdasarkan pertimbangan.

Syaiful pun mengingatkan warga agar berbicara sesuai bukti dan tidak mengumbar kabar burung. Dia memang mempersilakan warga untuk berbicara apa saja. Namun tetap dibatasi dengan norma dan aturan.

Pihaknya kembali membantah tuduhan yang menyebut Kades akan menyingkirkan sejumlah orang dari Desa Bonang. Tuduhan itu dianggap tak berdasar, karena Syaiful mengklaim tidak pernah melontarkannya.

Senin (19/5) kemarin, 23 orang warga Desa Bonang menduga Kades Syaiful Shodikin telah memalsukan tanda tangan Ketua BPD Masturi. Yang bersangkutan diketahui meninggal dunia pada 2011, namun dalam proposal maupun LPj ADD 2012, masih ada tanda tangan Masturi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan