Kades Bogorame Ditahan Kejaksaan Negeri Rembang

Wednesday, 8 July 2015 | 17:15 WIB
Kades Bogorame Budi Lestariyono (berbatik, tengah) berusaha menenangkan warganya yang mendatangi Kantor Kejari Rembang, Rabu (8/7/2015) siang. (Foto: Pujianto)

Kades Bogorame Budi Lestariyono (berbatik, tengah) berusaha menenangkan warganya yang mendatangi Kantor Kejari Rembang, Rabu (8/7/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 
SULANG, mataairradio.com – Kades Bogorame Kecamatan Sulang Budi Lestariyono ditangkap aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang pada Rabu (8/7/2015) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Dia ditangkap sebagai tersangka pelaku perusakan pagar milik pengusaha penggergajian milik Haji Basis.

Penangkapannya karena berkas perkara kasus itu sudah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh kejaksaan. Sementara lengkapnya berkas mesti disertai dengan pelimpahan tersangka ke Kejari. Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Rembang Iptu Martoyo menangkap Budi dari areal Kantor Kecamatan Sulang usai rapat.

“Kami tangkap karena kasus 170 (perusakan, red.). Kita tangkap dari areal Kantor Kecamatan Sulang, sekitar pukul 11.00 WIB. Kami serahkan ke Kejari karena berkas penyidikannya sudah P-21. Jadi mesti melimpahkan tersangka serta barang buktinya juga,” terang Martoyo kepada mataairradio.

Sesampainya di kantor kejaksaan dan sebelum ditahan, tak berselang lama, puluhan warga Desa Bogorame mendatangi Kejari. Mereka meminta agar Budi tidak ditahan karena dinilai tak bersalah. Sebagai kades, Budi dianggap hanya menindaklanjuti keinginan warganya untuk memiliki jalan tembus ke kota.

Budi pun berusaha menenangkan warganya. Oleh Budi, warga diarahkan melapor ke Polres Rembang, jika merasa dikriminalisasi oleh Haji Basis. Martoyo membenarkan warga melapor kepada polisi. Belum jelas delik kasus yang dilaporkan. Tetapi jika ada laporan, pihaknya berjanji untuk menindaklanjuti.

“Silakan laporan dan kami akan tindaklanjuti. Soal kondisi desa setelah penahanan Pak Kades, kami akan pantau. Semoga tidak sampai ada friksi lah,” harap dia.

Kasus yang menyeret Kades Bogorame bermula dari keinginan warga memiliki jalan tembus antara Bogorame hingga Kota Rembang. Mereka bermaksud menghidupkan jalan desa yang salah satu ruasnya terhalang oleh pagar kayu milik Haji Basis. Sang pengusaha tak mau membuka pagar itu, sehingga dirusak.

Haji Basis berdalih, tanah yang dipakai untuk pagarnya bukan jalan desa, melainkan bekas jalur kereta api. Dia pun tak terima dengan perlakuan warga dan kepala desa. Setelah melapor ke polisi, enam warga dan Kades Bogorame ditetapkan sebagai tersangka. Enam warga kini sedang diadili di PN Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan