Kabid Bina Marga DPU Rembang Tersangka Korupsi

Kamis, 30 April 2015 | 17:05 WIB
Surat pemanggilan Raharjo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pemeliharaan jalan pada ruas Sulang-Sumber-Kaliori senilai Rp6 miliar lebih dari pos APBD Rembang tahun 2014. (Foto: Pujianto)

Surat pemanggilan Raharjo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pemeliharaan jalan pada ruas Sulang-Sumber-Kaliori senilai Rp6 miliar lebih dari pos APBD Rembang tahun 2014. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah memanggil Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang Raharjo untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan pemeliharaan jalan pada ruas Sulang-Sumber-Kaliori tahun 2014.

Raharjo yang pada proyek tersebut bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dijadwalkan diperiksa pada Selasa (5/5/2015) pekan depan. Surat panggilan untuk Raharjo itu diteken oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Jhoni Manurung atas nama Kepala Kejati Jawa Tengah.

“Benar ada pemanggilan terhadap Raharjo sebagai tersangka. Kejari Rembang sebatas dimintai bantuan untuk meneruskan pemanggilan dengan menyurati Sekretaris Daerah,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Rembang I Wayan Eka Putra melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Eko Yuristianto.

Menurut Eko, selain harus diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi, Raharjo tidak sedang akan dikorek dalam kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Rembang. Secara pejabat pembuat komitmen, baru Sinarman dan Chaeron yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari.

“Sementara kasus yang menyeret Raharjo, semuanya ditangani oleh Kejati karena nilai proyek dan kerugian negaranya, terbilang besar. Pada kasus dugaan korupsi pekerjaan pemeliharaan jalan pada ruas Sulang-Sumber-Kaliori itu, nilai proyeknya enam miliar rupiah lebih,” bebernya.

Eko mengatakan, Raharjo bisa saja diperiksa oleh Kejari jika ada perkembangan penyidikan. Namun hal itu baru mungkin dilakukan setelah penanganan kasus oleh Kejari, beres. Raharjo dikenal sebagai PPK sejumlah proyek besar di Dinas Pekerjaan Umum Rembang.

Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengeluarkan 12 surat perintah penyidikan atau sprindik untuk 12 proyek di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang. 12 proyek itu menyeret pejabat dan kontraktor sebagai tersangka.

Hingga Kamis (30/4/2015) ini, Kejati baru membeber status tersangka untuk Sinarman, Chaeron, dan Raharjo. Selain pejabat dan kontraktor, ada pula isyarat keterlibatan oknum anggota DPRD Rembang, yang dianggap turut mengerjakan proyek Pemerintah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan