Jumlah Kendaraan Naik 10 Persen per Tahun di Rembang

Thursday, 31 August 2017 | 15:54 WIB

Sejumlah warga Kabupaten Rembang melakukan pengurusan pemutihan untuk sanksi administrasi keterlambatan pajak kendaraan bermotor di kantor UP3AD Samsat Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jumlah kendaraan bermotor naik 10 persen pada setiap tahunnya di Kabupaten Rembang sebagaimana catatan dari Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Kabupaten Rembang.

Menurut Kepala UPPD Rembang Njoto Legowo, hingga 30 Agustus 2017, jumlah sepeda motor dan kendaraan bermotor beroda empat atau mobil di daerah ini, sudah sebanyak 243.502 unit.

Rinciannya, 199.730 unit sepeda motor dan 43.772 unit kendaraan bermotor beroda empat. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini sepeda motor sudah bertambah 6.203 unit, sedangkan mobil 676 unit.

Menurutnya, kenaikan jumlah kendaraan di Kabupaten Rembang diakibatkan antara lain oleh adanya produk kendaraan baru pada tiap tahunnya.

“Selain itu, juga karena kemudahan transaksi pembelian kendaraan dengan cara kredit dan daya beli masyarakat yang cenderung meningkat,” kata Njoto Legowo.

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor, tercatat juga diikuti dengan kenaikan jumlah penunggak pajak sebesar lima persen pada tiap tahunnya.

Guna menekan tingkat tunggakan pajak, Njoto menyatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengeluarkan kebijakan berupa pembebasan denda pajak kendaraan bermotor atau pemutihan.

“Kebijakan itu sudah berlaku sejak 21 Agustus dan akan berakhir pada 30 Nopember 2017 mendatang,” terangnya.

Namun, ia menyebutkan, dalam memasuki minggu kedua, masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut, cenderung masih minim.

“Mungkin ada yang belum tahu kebijakan ini. Tapi kami sudah menyampaikan ke masyarakat melalui sosialisasi, spanduk-spanduk yang telah kami pasang pada beberapa titik dan media sosial,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat supaya segera melunasi pajak kendaraannya yang masih menunggak mumpung ada pembebasan denda.

“Masyarakat juga bisa memanfaatkan kebijakan pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor tahap kedua, yang berlaku sejak 21 Agustus hingga 30 Desember 2017. Berlaku untuk semua kendaraan plat Rembang, dalam provinsi, dan luar Jateng,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan