Jetty Baru Pantai Karangjahe Dinilai Kurang Aman

Sabtu, 2 April 2016 | 13:46 WIB
Jetty baru di Objek Wisata Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Sabtu (2/4/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Jetty baru di Objek Wisata Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Sabtu (2/4/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jetty baru di Objek Wisata Pantai Karangjahe di wilayah Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang dinilai kurang aman oleh sebagian pengunjung dan penyedia jasa perahu siar.

Hal itu lantaran ada bahan dan bagian jetty yang dianggap kurang tepat.

Sukirno, salah seorang pengunjung asal Kecamatan Juwana Kabupaten Pati menyebutkan, bagian ujung dari jetty tersebut seharusnya diberi pagar atau pembatas supaya aman bagi pengunjung khususnya anak-anak.

“Laut di bagian ujung pada jetty itu cukup dalam, sehingga rawan jika tidak diberi pagar pembatas,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Terlepas dari kerawanan itu, ia yang mengaku sudah dua kali ini berkunjung ke Pantai Karangjahe mengapresiasi perkembangan objek wisata yang dikelola oleh masyarakat ini.

“Saya biasa datang ke Karangjahe bersama keluarga, sekadar melepas lelah di akhir pekan. Awalnya tahu dari teman-teman saya yang di Lasem,” ujarnya.

Fadlin, penyedia jasa perahu siar di pantai itu pun menilai, ada salah satu bahan yang tidak sesuai dalam pembuatan jetty. Menurutnya, bahan kayu yang dipakai untuk membuat jetty terlalu lunak.

“Seharusnya bahan yang digunakan adalah kayu kuat karena jetty itu berlokasi di sekitar laut,” tandasnya.

Ia menganggap, tingkat kekerasan kayu yang dipakai untuk jetty tergolong mudah lapuk dan rapuh apabila sering terkena air laut.

Meski begitu, ia mengakui, keberadaan jetty baru di sisi barat Pantai Karangjahe turut mendongkrak pendapatannya.

“Sebelum ada jetty, saya hanya 6-7 kali berlayar per harinya, tetapi kini setelah dibangun jetty baru, bisa sampai 10 kali berlayar,” tegasnya.

Sementara itu, dari pantauan reporter mataairradio pada Sabtu (2/4/2016) pagi, pintu masuk jetty masih dalam keadaan tertutup dengan beberapa kayu penghalang, lantaran belum diresmikan.

Meskipun demikian, beberapa pengunjung tampak nekat menggunakan fasilitas tersebut. Mulai dari sekadar untuk berfoto selfie hingga merapat ke perahu-perahu yang sengaja disediakan warga lokal untuk melayani pesiar.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan