Jenazah TKI Pundong Tiba di Kampung Halaman

Minggu, 19 Oktober 2014 | 16:45 WIB

 

Suasana di rumah duka keluarga Muhtarom, TKI yang meninggal dunia di Malaysia, di Dusun Pundong Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan, Minggu (19/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

Suasana di rumah duka keluarga Muhtarom, TKI yang meninggal dunia di Malaysia, di Dusun Pundong Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan, Minggu (19/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

 

SEDAN, mataairradio.com – Jenazah Muhtarom, TKI asal Kabupaten Rembang yang meninggal dunia akibat tenggelam di Perairan Malaysia, tiba di rumah duka, di Dusun Pundong Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan pada Minggu (19/10/2014) sekitar pukul 01.00 WIB.

Butuh waktu lima hari bagi keluarga untuk menunggu kepulangan jenazah Muhtarom, setelah kabar duka yang mereka terima dari pihak rumah sakit di Malaysia pada Selasa (14/10/2014) pagi lalu.

“Ya Mas. (Jenazah) tiba tadi malam kurang lebih jam 01.00 sampai di Sedan. Saya dapat informasi jam 06.45 langsung ke rumah duka,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Rembang Sunarto, Minggu (19/10/2014) pagi.

Informasi yang dihimpun kemudian menyebutkan, jenazah Muhtarom langsung dimakamkan pada sekitar pukul 09.10 WIB. Sunarto juga mengatakan, soal nama Choirul Anam yang sempat muncul di balik tragedi meninggalnya Muhtarom akibat tenggelam, dipastikan selamat.

“Choirul Umam sehat wal afiat. (Dia) Balik kerja lagi ke Malaysia. Malah kabar dari keluarga, Pak Salim, ayah Mas Choirul,” katanya.

Choirul sempat dikabarkan berada dalam satu kapal dengan Muhtarom yang tenggelam. Sejak itu, hanya kabar Muhtarom yang kemudian diketahui tewas, sedangkan kabar mengenai Choirul tidak jelas.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz terpantau memberikan santunan kepada keluarga almarhum Muhtarom. Dalam hal legalitas status Muhtarom, legal atau ilegal, Plt Bupati tidak menyoal.

“Kami sebagai Pemerintah hanya harus memberikan perlindungan terhadap warga bangsa di kabupaten ini. Kita tidak membedakan sebagai manusia. Kita wajib melindungi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Muhtarom, pria berumur sekitar 35 tahun yang memutuskan merantau selama dua tahun setelah dua bulan menikah ini, sedang dalam perjalanan pulang ke Rembang.

Namun Muhtarom yang selama ini bekerja sebagai tukang jahit, dikabarkan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit di Kota Tinggi Malaysia pada sekitar pukul 07.00 pagi hari Selasa (14/10/2014).

Mayat Muhtarom ditemukan bersama mayat satu perempuan dan satu pria lain oleh Polisi Diraja Malaysia. Pihak keluarga mengakui, Muhtarom memang tidak berpaspor resmi. Muhtarom disebut telah kena tipu calo pengurusan paspor resmi.

 

 

Penulis: Pujianto

Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan