Jembatan Timbang Sarang Tutup, Rp16,4 Juta Melayang Per Hari

Senin, 26 Mei 2014 | 16:43 WIB
Jembatan timbang di wilayah Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang sudah ditutup sejak Senin 19 Mei kemarin. (Foto:Pujianto)

Jembatan timbang di wilayah Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang sudah ditutup sejak Senin 19 Mei kemarin. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Jembatan timbang di wilayah Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang sudah ditutup sejak Senin 19 Mei kemarin. Penutupan ini disebut sementara karena ada perbaikan sistem dan sarana-prasarana.

Akibatnya, kendaraan bermuatan melebihi tonase bisa langsung bablas, tanpa mampir di jembatan timbang. Target pendapatan Rp42 miliar untuk 16 jembatan timbang di Jawa Tengah pada tahun ini, hampir pasti tidak tercapai.

Kepala Seksi Pengawas Operasinal Jembatan Timbang Sarang Rusman Sayogo mengatakan, meski ditutup, para pegawainya tetap berjaga. Ia belum tahu ke depannya bakal seperti apa. Ada rencana jembatan timbang bakal dibuat elektrik. Hingga Senin (26/5) ini, pihaknya masih menunggu instruksi dari Kementerian Perhubungan, Gubernur, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

Sayogo menjelaskan, para pegawai yang masuk sebatas melakukan penjagaan terhadap aset jembatan timbang. Menurutnya, jika tak dijaga, sejumlah peralatan berharga rawan hilang dicuri. Dia berharap segera ada instruksi lebih lanjut dari Pimpinan.

Sejauh ini, akibat penutupan operasi jembatan timbang, potensi pendapatan retribusi sebesar Rp16,4 juta per hari menjadi hilang. Menurut Sayogo, pendapatan di jembatan timbang tidak hanya dari retribusi, tetapi juga dari tilang.

Setelah Gubernur Ganjar Pranowo mengamuk di jembatan timbang Batang, pendapatan dari sektor tilang meningkat, sedangkan retribusi yang diperoleh menurun. Dia menegaskan, belum ada tanda-tanda jembatan timbang diaktifkan lagi.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo berencana menutup sembilan dari 16 jembatan timbang di Jawa Tengah. Ganjar menganggap masih ada tujuh jembatan yang dianggap tetap layak beroperasi yakni jembatan timbang Sarang-Rembang, Sambong-Blora, Tanjung-Brebes, Toyogo-Sragen, Salam-Magelang, Wanareja-Cilacap, dan Klepu-Semarang.

Ganjar juga berencana menguji coba sitem baru yang terkoneksi langsung dengan wilayah lain pada jembatan timbang Sarang. Namun perlu ada instrumen peraturan yang baru. Akibat dari sistem anyar ini, bisa saja muncul tuntutan tambahan tunjangan petugas jembatan timbang, termasuk uang lembur. Sementara para sopir, jelas menyambut gembira penutupan jembatan timbang Sarang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan