Jembatan Penghubung Sekarsari-Manjang Ambrol

Rabu, 7 Maret 2018 | 17:56 WIB

Jembatan penghubung antara Desa Sekarsari Kecamatan Sumber dan Desa Manjang Kecamatan Jaken, ambrol, Rabu (7/3/2018). (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Jembatan penghubung antara Desa Sekarsari Kecamatan Sumber dan Desa Manjang Kecamatan Jaken, ambrol.

Jembatan sepanjang lebih dari 20 meter ini kini ditutup dari perlintasan sepeda motor dan kendaraan bermotor beroda tiga.

Bagian yang ambrol terdapat di bagian barat. Badan jembatan sudah terpisah dari jalan karena bagian penyangganya longsor akibat gerusan banjir pada sungai di bawahnya.

Jembatan yang berlebar 1,5 meter ini kini miring. Jika ada banjir lagi, berpotensi runtuh total.

“Warga yang tinggal di dekat jembatan ini, was-was. Khawatir jembatan runtuh seluruhnya, bahkan longsor meluas,” ujar Ahmad Agus Alim, salah seorang warga setempat.

Saat ini, akibat jembatan ambrol, warga harus memutar lewat Kedungasem dan Wiroto jika hendak ke Manjang, Jaken, Pati, sehingga lebih jauh. Begitu pula sebaliknya

Atas kondisi jembatan yang parah ini, warga sudah sempat mengadu kepada pemerintah desa setempat.

Sebelumnya, saat jembatan mulai terdapat tanda-tanda mau ambrol, warga telah menggalang dana swadaya untuk sekadar membeli kayu penahan jembatan.

Alim berharap kepada pihak pemerintah kabupaten, termasuk kecamatan dan desa, untuk segera bertindak agar warga tidak terus-terusan payah.

Ia juga mendengar bahwa di Musrenbang tingkat kecamatan, jembatan berusia tua ini akan segera diperbaiki.

Bahkan, ia sempat pula mendengar, sudah ada anggaran yang dialokasikan untuk menangani kerusakan jembatan; entah itu untuk penanganan secara darurat atau untuk bongkar-pasang secara total.

“Harapan kami agar pemerintah desa tidak lamban bergerak,” tandasnya.

Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Pramujo menyatakan belum menerima laporan atau kabar mengenai kondisi terkini Jembatan Sekarsari yang ambrol.

“Saya baru tahu ketika dihubungi ini,” katanya kepada mataairradio.

Pihaknya akan secepatnya turun ke lapangan untuk meninjau jembatan ambrol, termasuk memetakan pemicu gerusan di bagian penyangga.

Ia menduga, keberadaan rumpun bambu dan sampah, membuat aliran sungai tidak lancar, sehingga menggerus pondasi penyangga jembatan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan