Jembatan Darurat SD N 1 Kalipang Butuh Perhatian Pemkab

Senin, 18 November 2019 | 14:51 WIB
Masyarakat Dusun Blitung Desa Kalipang Kecamatan Sarang berinisiatif membangun jembatan darurat yang menghubungkan antara wilayahnya dengan SD Negeri 1 Kalipang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

SARANG, mataairradio.com – Masyarakat Dusun Blitung Desa Kalipang Kecamatan Sarang berinisiatif membangun jembatan darurat yang menghubungkan antara wilayahnya dengan lokasi SD Negeri 1 Kalipang, yang terhalang sungai.

Usaha tersebut untuk menghindari terjadinya kecelakan lalulintas, sebab saat ini satu-satunya akses menuju sekolah yakni melewati jembatan besar Kalipang yang ada di Jalur Pantura, yang seringkali terjadi kecelakaan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat setempat menilai perlu membangun jembatan darurat agar tidak perlu melewati Jalur Pantura.

Hakim salah seorang wali murid dari siswa SD Negeri 1 Kalipang menyebutkan, pada tahun 2018, sudah tiga kali terjadi kecelakaan yang menewaskan dua siswa dan seorang wali murid.

Ia mengungkapkan, pada Jumat (15/11/2019) lalu, warga setempat ramai-ramai menyelesaikan pembangunan jembatan darurat tersebut. Material jembatannya sendiri mengunakan bahan dari bambu.

Karena panjang jembatan yang mencapai 20 meter, hingga kini proses pembangunannya sendiri masih belum selesai seratus persen.

Dia mengatakan, siswa yang dari Dusun Blitung sangat rawan kecelakaan ketika melewati jembatan utama, karena kondisi Jalur Pantura yang ramai dilalui kendaraan, apalagi kondisi trotoar jembatan yang terbilang cukup sempit.

“Bahaya, kalau anak-anak lewat Jalur Pantura. Kalau berangkat nggak apa-apa karena lewat jalur kiri, namun kalau pulang kan harus menyebrang,” terangnya kepada mataairradio.com.

Dirinya berharap, jembatan darurat yang dibangun oleh warga bisa menjadi jembatan permanen, agar masyarakat bisa lebih tenang, saat anak-anaknya berangkat dan pulang sekolah.

Anjar Krisniawan Anggota Komisi III DPRD Rembang menyebutkan, ada dua prosedur jika masyarakat ingin mengajukan bantuan infrasruktur di wilayahnya.

Yang pertama lewat Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yaitu musyawarah dalam rangka proses pembahasan, penilaian, dan penentuan priroritas usulan rencana pembangunan, yang melibatkan berbagai komponen masyarakat. Dalam hal ini pihak desa melalui Kepala Desa bisa mengusulkannya.

Prosedur selanjutnya melalui pengajuan proposal pembangunan yang diajukan kepada Bupati. Nantinya apabila proposal sudah masuk masyarakat bisa menitipkan aspirasinya kepada anggota dewan setempat untuk dikawal agar proposal bisa direalisasikan.

“Kalau proposal sudah masuk dan ditujukan kepada Bupati, nanti bisa minta tolong anggota dewan dari Dapil (daerah pemilihan) wilayah tersebut agar dikawal,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Sarang Muttaqin menyatakan, pihak Pemerintah Kecamatan sudah meninjau lokasi pembangunan jembatan darurat tersebut.

Terkait keinginan warga agar jembatan bisa permanen, Muttaqin menyatakan, perlu kajian dan tidak usah tergesa-gesa membuat jembatan permanen.
“Pasalnya, sungai tersebut milik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi, prosedurnya harus izin terlebih dahulu,” pungkasnya.

Penulis : Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan