Jelang Ramadhan, PGOT di Rembang Ditertibkan

Selasa, 16 Juni 2015 | 18:49 WIB
15 orang PGOT diamankan Satpol PP Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

15 orang PGOT diamankan Satpol PP Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Aparat Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Rembang, Selasa (16/6/2015) siang menertibkan pengemis, gelandangan, dan orang terlatar (PGOT) di jalan-jalan protokol.

Setidaknya ada 15 orang yang diamankan, sebagian besar di antaranya merupakan pengamen dan pengemis. Mereka yang ditertibkan ini menurut Kepala Seksi Penegak Perda Satpol PP Rembang Sudarno, adalah yang selama ini sering meresahkan masyarakat.

Dia mengaku akan memilah mereka ini, mana yang harus dimasukkan ke panti jompo atau panti rehabilitasi. Kebanyakan yang diamankan itu adalah warga asli Rembang seperti Pengkol dan Gunem, sedangkan lainnya diduga “kiriman” dari Blora dan Grobogan.

“Tadi dari hampir semua jalanan utama, kami sisir. Ada 15 orang yang kami amankan. Ini kita pilah, mana yang mesti kita masukkan ke panti jompo dan mana yang mesti masuk panti rehabilitasi. Banyak yang warga Rembang. Dari Pengkol dan Gunem misalnya,” katanya.

Menurut Sudarno, pihaknya akan memasukkan para gelandangan yang sudah berusia lanjut ke panti jompo, sedangkan yang pengamen dan pengemis akan dibina di panti rehabilitasi. Tetapi khusus untuk yang dari Pengkol-Kaliori dan Gunem, akan diburu kontak keluarganya.

Jika keluarganya berhasil ditemukan, mereka akan dipulangkan. Sudarno menjelaskan, razia PGOT ini sengaja digalakkan menjelang Ramadhan agar situasi aman dan nyaman. Selama ini, hilir-mudik gelandangan, membuat resah sebagian warga, apalagi yang berlaku ganas.

“Pemandangan” PGOT tersaji di hampir semua jalanan utama Rembang, tak terkecuali alun-alun. Razia semacam itu, akan terus diintensifkan, paling tidak sepanjang Ramadhan. Razia melibatkan instansi lain, dalam hal ini Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Rembang.

“Nanti kalau yang Rembang, kita kontak keluarganya dulu. Kalau jelas keluarganya, kita pulangkan. Ya, ini memang untuk cipta kondisi menjelang bulan Puasa. Nanti kita intensifkan setelah kegiatan ini,” katanya.

Selain razia PGOT, Satpol PP mengaku sudah mengedarkan surat larangan buka bagi kafe-karaoke selama Ramadhan. Khusus bagi warung kopi yang juga difungsikan sebagai tempat karaoke, hanya boleh buka mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Sudarno mengklaim, surat itu sudah mulai terbagikan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan