Jelang Ramadhan, Kelaikan Angkutan Umum Dicek Ketat

Rabu, 10 Juni 2015 | 19:26 WIB
Operasi gabungan terkait kelaikan kendaraan di Terminal Rembang, Rabu (10/6/2015). (Foto: mataairradio.com)

Operasi gabungan terkait kelaikan kendaraan di Terminal Rembang, Rabu (10/6/2015). (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Tim gabungan dari unsur kepolisian dan dinas perhubungan, Rabu (10/6/2015) pagi menggelar razia kelengkapan berlalu-lintas, sekaligus kelayakan kendaraan di areal Terminal Rembang.

Ada puluhan kendaraan yang terjaring razia. Mereka langsung disidang di tempat karena pihak kejaksaan dan pengadilan juga turut dilibatkan. Kepala Seksi Pengawasan dan Operasi Dinas Perhubungan Jawa Tengah Wilayah Pati Rusman Sayogo mengatakan, kegiatan itu untuk menyongsong momen Lebaran.

“Meski masih jauh, tetapi pemeriksaan kelaikan kendaraan, perlu dilakukan sejak awal. Memang ada beberapa sepeda motor yang turut dirazia dan ditilang ketika melanggar. Tetapi paling banyak, kendaraan penumpang dan angkutan barang,” katanya.

Umumnya, para pelanggar adalah karena KIR atau uji kelayakannya kedaluwarsa.

Rusman juga mengatakan, karena waktu ke Lebaran masih lebih dari satu bulan, maka razia serupa akan dilakukan lagi. Bisa dua atau tiga kali lagi. Fokus operasi masih akan tetap sama, yakni soal kelayakan angkutan orang atau barang.

“Jangan sampai membahayakan pengguna jalan lainnya,” tandasnya.

Kaswi, salah seorang pengemudi yang terjaring razia mengaku melanggar aturan kapasitas penumpang. Dia yang mengemudikan minibus jenis Elf mestinya hanya boleh mengangkut delapan orang penumpang.

“Tetapi, saya nekat mengangkut lebih banyak satu penumpang, jadi sembilan orang,” ujarnya.

Semestinya minibus itu bisa mengangkut sembilan orang penumpang. Tetapi kendaraannya mesti disulap dulu dari armada pribadi menjadi angkutan orang atau penumpang umum.

“Boleh sih mengangkut sembilan orang, tetapi mesti tidak plat hitam, atau diubah menjadi angkutan orang,” terangnya.

Dia yang warga Kebon Kecamatan Wedarijaksa Pati, mengaku tidak mempermasalahkan ditilang, karena tahu kalau telah melanggar aturan.

Sebagaimana razia pada umumnya, kegiatan itu banyak mengagetkan pengendara atau pengemudi lain. Mereka yang telah sadar kalau tidak lengkap dengan surat-menyurat berkendara, nekat berbalik arah setelah melihat razia dari kejauhan.

Ada yang berpura-pura memenuhi stan penjualan akik di utara Alun-alun Rembang untuk menghindari operasi petugas. Petugas yang terkelabui juga tidak mencoba mengurangi tingkat kebocoran razia yang berlangsung selama sekitar dua jam sejak pukul 09.00 WIB.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan