Jelang Pilpres, Kapolres Rembang Geser Lima Perwira

Kamis, 19 Juni 2014 | 15:05 WIB
Sejumlah personel polisi dari Satuan Sabhara Polres Rembang, Kamis (19/6) pagi. (Foto:Pujianto)

Sejumlah personel polisi dari Satuan Sabhara Polres Rembang, Kamis (19/6) pagi. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan, Kamis (19/6) pagi menggeser lima perwira polisi di jajarannya menjelang Pilpres 2014. Lima perwira ini meliputi dua kepala satuan, dua kepala sub-bagian, dan satu orang kepala kepolisian sektor.

Menurut Kapolres, meski pergeseran kelima perwiranya dilakukan menjelang bulan Puasa dan Pilpres, hal itu diyakini tak berpengaruh. Dia menjamin mereka yang menduduki jabatan baru akan lebih cepat menyesuaikan, mengingat mereka sebelumnya juga bertugas di Rembang.

Kurniawan menegaskan, tidak ada alasan tertentu di balik pergeseran perwira tersebut. Terkait dampak pergeseran dimana jabatan Kepala Sub-Bagian Humas menjadi kosong, pihaknya akan segera mengeluarkan surat perintah untuk keperluan pengisian pos jabatan.

Lima orang perwira polisi yang digeser ini adalah Kasat Pembinaan Masyarakat AKP Budi Suryanto yang dipindah ke salah satu direktorat di Polda Jawa Tengah. Kemudian Kepala Satuan Sabhara AKP Yulie Khrisna yang dipindah menjadi Kasatlantas Polres Kebumen.

Lalu Kasubbag Hukum AKP Sri Iriyanti menggantikan posisi Budi Suryanto. Selanjutnya posisi Yulie Khrisna digantikan oleh AKP Binuka Surjonugraha yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sulang.

Posisi Binuka digantikan AKP Mohamad Mansur yang sebelumnya menjabat Kasubbag Humas. Namun posisi yang ditinggal Mansur, belum ada pengisinya. AKP Yulie Krisna mengaku menerima pergeseran ini. Dia pun mengaku terkesan selama bertugas di Rembang.

Sementara untuk kepentingan pengamanan Pilpres 2014, Polres Rembang mengerahkan dua pertiga kekuatan personelnya. Saat ini, jumlah personel polisi di Kepolisian Resor Rembang sebanyak 653 personel.

Khusus untuk Kapolsek baru, Kapolres meminta kepada mereka agar segera menyelami potensi di daerahnya. Daerah rawan konflik ketika Pilpres, juga disarankan untuk dipantau intensif. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan