Jelang Pilkada, Perpindahan Penduduk di Perbatasan Disorot

Rabu, 25 Maret 2015 | 17:13 WIB

 

Daenuri, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Daenuri, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perpindahan penduduk di daerah perbatasan antara Rembang dengan Pati, Blora, dan Tuban, mulai disorot seiring masa menjelang Pilkada 2015. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Rembang mulai mengetatkan pengawasan.

“Kami selektif dalam menerima perpindahan penduduk. Jika pun sudah disertai administrasi pendukung, kami akan lebih memelototi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kependudukan ganda di dua kabupaten,” ungkap Kepala Dinpendukcapil Rembang Daenuri.

Akhir bulan ini, pihaknya akan memanggil operator pencatatan kependudukan di setiap kecamatan. Selain guna mewaspadai pergeseran pendatang terkait Pilkada, pemanggilan itu ditempuh agar operator lebih jeli meneliti aksi nakal sejumlah oknum yang pindah tempat sementara, hanya untuk keperluan haji.

“Sinyal perpindahan penduduk antar-kabupaten secara sementara terkait pilkada, belum tampak. Sebab, soal administrasi penduduk sudah semakin tertib. Jumlah penduduk Rembang yang kini mencapai 612.552 jiwa, sudah teridentifikasi dan sinkron dengan provinsi dan Kemendagri,” terangnya.

Apakah Plt Bupati atau Sekda Rembang sama-sama memerintahkan pengawasan ketat terhadap perpindahan penduduk menjelang Pilkada? Dia mengaku sudah sadar dengan tugas pokok dan fungsinya. Tanpa diperintah, Daenuri mengaku telah mengawasi migrasi penduduk antardaerah.

“Saat ini, memang banyak warga yang berbondong-bondong datang ke tiap kantor kecamatan. Namun bukan untuk mengurus pindah dari atau ke Rembang, melainkan untuk mengurus pencetakan e-KTP,” ujarnya.

Dia menyebutkan ada 25.000 penduduk Rembang yang belum memegang KTP elektronik. Hingga Rabu (25/3/2015) siang, baru sekitar 10.000 yang datang untuk melakukan pencetakan e-KTP.

Daenuri menambahkan, beberapa item yang akan dipelototi saat menerima pengurusan permohonan pindah tempat adalah nama dan tanggal lahir. Ia akan saling mencocokkannya dengan yang tertera di KTP, ijazah, dan kartu nikah. Jika ada yang ganjil atau berbeda, akan dikembalikan, sehingga sama.

“Penertiban dan pencocokan nama serta tanggal lahir seseorang tidak dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, tetapi oleh penetapan pengadilan negeri,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan