Jelang Pencoblosan, Bawaslu Rembang Apelkan Ratusan Pengawas

Jumat, 12 April 2019 | 13:40 WIB

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang menggelar apel siaga untuk ratusan pengawas Pemilu pada Jumat (12/4/2019) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang menggelar apel siaga untuk ratusan pengawas Pemilu pada Jumat (12/4/2019) pagi tepatnya pukul 08.00 waktu setempat.

Apel yang diselenggarakan di depan Kantor Bawaslu Rembang jalan Gatot Subroto dengan jumlah peserta apel sebanyak 551 orang pengawas. Jumlah tersebut terdiri dari Bawaslu Kabupaten, Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Desa, dan sebagian pengawas TPS yang ada di kabupaten ini.

Ketua Bawaslu Rembang, Totok Suparyanto membacakan sambutan tertulis yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan.

Dalam sambutan tertulisnya, Abhan mengemukakan pada tanggal 17 April 2019 seluruh anak bangsa yang berhak memilih akan menggunakan hak pilihnya. Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru, karena akan dipilih secara serentak, yakni Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/kota.

Selama berlangsungnya tahapan Pemilu tahun 2019, Bawaslu telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan Pemilu, termasuk menyiapkan penyelenggaraan pengawasan masa tenang, hari pungut hitung, rekapitulasi, kesiapan penanganan pelanggaran, dan potensi sengketa proses pemilu.

Memasuki hari pemungutan dan penghitungan suara, jajaran Bawaslu terlebih dahulu dihadapkan dengan tugas mengawasi masa tenang yang dimulai dari tanggal 14 sampai dengan 16 April.

“Masa ini merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan Pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa termasuk di dalamnya Bawaslu dan Peserta Pemilu,” Ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman kita baik pada agenda pemilihan kepala daerah maupun agenda Pemilu sebelumnya, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik-praktik kecurangan seperti politik uang, propaganda isu SARA, penyebaran berita bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserta.

Salah satu persoalan klasik lainnya yang sering dihadapi adalah melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional, untuk memengaruhi pilihan masyarakat pemilih. Menurutnya, politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan.

“Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas Pemilu bersama-sama dengan masyarakat kita tolak dan lawan politik uang, demi Pemilu yang bersih, berintegritas dan bermartabat,” Pungkas Komisioner asal Pamotan ini.

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Muhamad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan