Jelang Lebaran, Wajib Pajak Membeludak di Samsat

Selasa, 14 Juli 2015 | 17:05 WIB
Suasana pelayanan di UP3AD atau Samsat Rembang, Selasa. (Foto: Pujianto)

Suasana pelayanan di UP3AD atau Samsat Rembang, Selasa (14/7/2015) . (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Wajib pajak kendaraan bermotor membeludak di UP3AD atau Samsat Rembang Selasa (14/7/2015) pagi. Mereka memilih membayar pajak kendaraan lebih awal sebelum cuti dan libur Lebaran yang berlangsung mulai tanggal 16-21 Juli nanti.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Samsat Rembang Teguh Yudi Pristiyanto menyebutkan, pembeludakan wajib pajak ini terjadi dalam seminggu terakhir. Dia mencatat, lonjakan berkisar 20-30 persen. Jika biasanya 300 wajib pajak per hari, kini hampir 500. Mereka membayar pajak lebih awal karena takut sanksi.

“Kalau setelah libur gitu, satu hari bisa sampai 600 wajib pajak yang terlayani,” kata Teguh kepada mataairradio.

Menurut Teguh, untuk menangani lonjakan wajib pajak yang membayar lebih awal, Samsat memangkas jam istirahat menjadi tidak ada. Bagi pihaknya hal itu tidak masalah karena hampir semua pegawai berpuasa.

“Tidak ada perpanjangan jam kerja karena polisi yang tugas di Samsat juga terikat dinas,” tandasnya.

Lalu bagaimana dengan pajak yang jatuh tempo pada 16-21 Juli dan tidak bisa membayarnya di tanggal tersebut? Menurut Teguh mereka bisa membayarnya pada tanggal 22 Juli.

“Kalau dibayar tanggal 22 Juli, wajib pajak tidak kena denda administrasi. Soal layanan hari pertama pasca-libur yang potensial membanjir, akan ditunjang Samsat Keliling,” terangnya.

Selain karena takut kena sanksi atau denda administrasi, mereka yang membayar pajak lebih awal, menurut Teguh, biasanya akan menggunakan kendaraan untuk bekerja ke luar kota, tepat setelah Lebaran.

“Membayar pajak lebih awal itu sah, bahkan jika dibayar satu bulan sebelum jatuh tempo pun diperbolehkan,” ujarnya.

Tetapi soal jatuh tempo di tahun berikutnya, tidak berarti maju seperti tanggal pembayaran pajak alias ajek. Teguh tidak memungkiri, masa libur Lebaran menjadi saat dimana banyak wajib pajak menunda membayar pajak.

“Bahkan ada yang sampai menunggak,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan