Jelang Lebaran, Harga Sembako masih Terkendali

Sabtu, 9 Juni 2018 | 16:11 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz bertanya kepada salah seorang pedagang saat memantau tingkat harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran 1439 Hijriyah. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga sembilan bahan pokok (Sembako) menjelang Lebaran di Kabupaten Rembang masih terkendali.

Berdasarkan pantauan di Pasar Rembang, Sabtu (9/6/2018) pagi, hanya cabai merah yang harganya naik lumayan tebal. Dari Rp30.000 di awal Ramadan, kini menjadi Rp32.000 per kilo.

Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama sejumlah petinggi daerah seusai melakukan inspeksi harga Sembako di Pasar Rembang mengonfirmasi kenaikan harga cabai merah.

Sementara harga gula, telur, dan beras cenderung ajek. Harga daging ayam potong memang naik, tetapi tipis yakni Rp500, sehingga menjadi Rp32.500 per kilogram.

“Stok Sembako menjelang Lebaran, cukup. Lebih dari cukup bahkan,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga meyakinkan, di Rembang tidak ada aksi penimbunan Sembako. Meskipun demikian, penimbunan tetap diantisipasi.

“Apalagi, pada saat-saat terakhir, ketika stok barang berkurang, para pedagang berpotensi berulah memainkan harga dengan menahan stok,” tandasnya.

Dalam waktu enam hari di sisa waktu pada Ramadan ini, Bupati mengaku akan menerjunkan tim untuk memantau dan mengendalikan harga.

Tim diminta melaporkan deteksi kelangkaan dan tingkat harga yang tidak wajar.

Samsilah, seorang pedagang daging ayam potong berasal dari Desa Sawahan Rembang mengonfirmasi, komoditas dagangannya itu naik Rp500 per kilogram.

“Awal Ramadan, harga per kilogram daging ayam potong Rp32.000, kini menjadi Rp32.500,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam potong ini wajar seiring peningkatan pembeli dibandingkan pertengahan bulan Puasa kemarin.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan