Jelang Lawan PSIS, PSIR Matangkan Ball Possession

Wednesday, 9 August 2017 | 15:22 WIB

Pemain PSIR dan PSIS berebut bola pada laga antara kedua kesebelasan pada lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia tahun 2017 di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – PSIR tengah mematangkan kemampuan ball possession atau penguasaan bola menjelang laga tandang melawan PSIS Semarang pada lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia, Sabtu 12 Agustus mendatang.

Pelatih PSIR Hadi Surento menjelaskan, penguasaan bola diperlukan guna mematahkan serangan lawan, mengingat PSIS merupakan tim dengan tingkat determinasi tinggi, sehingga diantisipasi. Apalagi PSIS bermain di kandangnya.

“Kami ingin patahkan serangan dan kuasai bola selama mungkin dengan ball possession,” ungkapnya ketika dihubungi mataairradio.com mengenai persiapan PSIR melawan PSIS, melalui layanan pesan singkat, Rabu (9/8/2017) siang.

Pelatih juga menyatakan tidak akan memprioritaskan set-piece atau skema bola mati untuk menjebol gawang Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang. Namun Heru Wibowo dan kawan-kawan tetap dibekali dengan set-piece.

“Kami juga tekankan kepada pemain agar menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Itu memang yang utama. Hanya kadang kami harus mengingatkan saat pertandingan berjalan. Dengan komunikasi, pemain jadi terbantu,” katanya.

Mengenai kondisi fisik para pemainnya, ia mengatakan hanya Ilyas Sayogie yang pasti absen akibat cedera ligamen lutut. Namun satu lagi pemain terancam absen, yakni Muslimin. Gelandang sayap PSIR ini sedang sakit.

PSIR berada di posisi runner-up klasemen sementara Grup 4, terpaut empat poin dari PSIS di puncak. PSIR ingin memangkas jarak dari PSIS dan menjauh dari kejaran Persis Solo di peringkat ketiga, sehingga laga diprediksi sengit.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan