Jatah Elpiji Bersubsidi di Rembang Naik Dua Persen

Sabtu, 10 Februari 2018 | 16:14 WIB

Pekerja tengah menata tabung elpiji ukuran 3 kg. Pemkab Rembang menambah kuota elpiji melon untuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2015. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kabupaten Rembang mendapat jatah elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram untuk tahun 2018 sebanyak 4,59 juta tabung atau naik dua persen dibandingkan realisasi tahun 2017 yang 4,52 juta tabung.

“Ada sedikit kenaikan sekitar dua persen dari realisasi kita di tahun 2017 yang 13.564 MT, sekarang dapat jatah 13.797 MT,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Rembang Akhsanuddin.

Ia mengatakan, tambahan jatah ini di bawah angka kenaikan kuota secara nasional yang 23 persen.

Sebelumnya, menurut dia, pihaknya mengajukan tambahan jatah hingga delapan persen.

“Namun saat rapat di Jakarta belum lama ini, pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memaparkan kenaikan tipis jatah elpiji ini,” katanya.

Akhsanuddin juga mengatakan, pertimbangan mengajukan tambahan jatah elpiji bersubsidi adalah masih banyaknya masyarakat miskin yang belum terkaver.

“Masih banyak rumah tangga miskin yang belum terkaver, meskipun kami terus melakukan evaluasi dan monitor di lapangan,” katanya.

Ia menengarai, penyaluran elpiji bersubsidi, sebagian masih tidak tepat sasaran, sehingga perlu dievaluasi.

“Elpiji bersubsidi tiga kilogram dikhususkan bagi rumah tangga miskin, bukan kalangan berada,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun tambahan jatah hanya dua persen atau sekitar 70.000-an tabung, jika distribusinya tepat sasaran, maka tidak akan terjadi kelangkaan.

“Oleh karena itu, penyaluran elpiji perlu dikontrol ketat,” katanya.

Penyaluran elpiji bersubsidi di Kabupaten Rembang dilakukan oleh lima agen yaitu PT Pantja Ubaya Paksi, PT Candi Jaya Makmur Sentosa, PT Lintang Sekar Widuri Utami, PT Mekar Daya Indah, dan PT Hamida Putra Mudrika Adi.

Para agen ini didukung oleh 433 pangkalan per awal 2017. Jumlah terkini pangkalan elpiji bersubsidi tiga kilogram, menurut Akhsanuddin, masih belum direkapitulasi.

“Kami masih perlu sinkronisasi dengan Bagian Perekonomian Setda Rembang soal data pangkalan,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan