Januari, Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Kekerasan Wartawan

Senin, 2 Januari 2017 | 20:38 WIB
Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka. (Foto: Pujianto)

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang menyatakan sudah merampungkan pemeriksaan saksi-saksi atas kasus dugaan kekerasan oknum pekerja PLTU Sluke terhadap wartawan saat meliput korban kecelakaan kerja pada 18 Agustus 2016.

Pihak polisi sudah mengantongi identitas calon tersangka. Namun untuk penetapan tersangka, polisi masih membutuhkan keterangan dari saksi ahli, masing-masing dari ahli jurnalistik dan dari pakar hukum pidana.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang Ajun Komisaris Ibnu Suka mengungkapkan surat permohonan bantuan keterangan ahli sudah dikirimkan masing-masing pada 27 dan 28 Desember 2016.

“Surat yang ke Ahli Pidana Undip sudah kami kirimkan pada tanggal 27, sedangkan yang ke Ahli Jurnalistik PWI Jawa Tengah sudah dikirimkan pada 28 Desember kemarin. Sudah ada agenda pemeriksaannya,” katanya.

Ia membenarkan bahwa pada saat sekarang sudah ada calon tersangka untuk kasus tersebut, tapi menetapkan status hukum itu membutuhkan pertimbangan dari keterangan ahli sebagai bahan gelar perkara.

“Kami mohon agar rekan-rekan media bersabar. Surat permohonan keterangan ahli sudah kita layangkan. Tinggal pelaksanaan saja. Kami tidak ada kendala,” katanya saat mendampingi Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Kasat Reskrim menekankan bahwa serangkaian prosedur mesti ditempuh oleh pihaknya agar tidak ada kejadian praperadilan atas penetapan status tersangka, seperti yang terjadi pada sejumlah kasus di Tanah Air.

“Kalau keterangan ahli sudah ada, kita akan gelar untuk penetapan tersangka. Penyidikan sudah. Penyidikan untuk menemukan tersangkanya. Secepatnya kita gelar untuk menetapkan tersangka. InsyaAllah Januari ini,” katanya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang Djamal AG yang melaporkan kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan ini mengaku sudah mendapatkan pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan.

“Sudah dua kali kami menerima SP2HP dari polisi mengenai perkembangan penanganan kasus kekerasan oleh oknum pekerja PLTU terhadap wartawan. Kami berharap kepada polisi agar tetap serius menangani kasus ini,” ujarnya.

Empat orang pekerja PLTU Sluke menjadi korban kecelakaan kerja, dua di antaranya meregang nyawa. Saat korban menjalani perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang, 18 Agustus 2016 lalu, para pegawai PLTU melarang wartawan meliput peristiwa tersebut.

Bahkan ponsel milik salah satu wartawan sempat direbut dan dihapus sejumlah file fotonya. Wartawan diancam akan dikeroyok dan dibunuh, ketika kepergok mengambil gambar.

Kejadian itu akhirnya dilaporkan ke Polres Rembang. Meskipun berulang kali diajak berdamai melalui jalur kekeluargaan, namun mayoritas wartawan di Kabupaten Rembang tetap menempuh ranah hukum.

Di tengah perjalanan, dari enam orang saksi wartawan, dua wartawan memilih mencabut laporan, yakni Wisnu Aji dari Radar Kudus Jawa Pos dan Heru Budi Santoso dari Radio Citra Bahari FM.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan